Mewaspadai Pengaruh Musim Pancaroba Pada Anak


Anak sangat rentan menderita penyakit terkait pancaroba karena kondisi tubuhnya. Apalagi tinggal di daerah tropis menyebabkan tidak bisa sepenuhnya menghindari pengaruh pergantian musim.

dr. Ahmad Mahfur, Sp.A *)
Pergantian musim baik musim kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya seringkali mempengaruhi kondisi kesehatan. Beberapa penyakit lebih sering dijumpai saat peralihan musim pada bulan Pebruari sampai dengan Maret maupun saat September hingga Oktober. Anak sangat rentan menderita penyakit terkait pancaroba karena kondisi tubuhnya. Apalagi tinggal di daerah tropis menyebabkan tidak bisa sepenuhnya menghindari pengaruh pergantian musim. Namun peningkatan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan serta pengetahuan terhadap penanganan awal penyakit dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi tubuh anak.

Penyakit yang lebih sering timbul terkait perubahan musim merupakan penyakit infeksi baik infeksi virus maupun bakteri. Berikut merupakan beberapa penyakit yang sering ditemui pada anak saat musim pancaroba:

1. Diare akut

2. Influenza

3. Demam dengue/ Demam berdarah dengue

4. Demam tifoid

5. Penyakit gangguan saluran nafas (misal: batuk, pilek, pneumonia)

6. Penyakit kuku dan mulut (Flu Singapura)

7. Alergi

Sebagian besar penyakit di atas disebabkan oleh virus. Penyakit lain yang harus diwaspadai adalah penyakit infeksi menular karena virus seperti campak (rubeola). Sebuah studi menunjukkan perubahan cuaca mempengaruhi jumlah penderita penyakit campak. Masing-masing penyakit tersebut dapat memburuk hingga anak harus mendapat perawatan di rumah sakit. Namun antisipasi dan penanganan awal yang tepat, kondisi anak dapat terjaga sehingga tidak jatuh dalam kondisi yang lebih parah.

Pengaruh musim pancaroba tidak bisa sepenuhnya dihindari, tetapi beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan. Berikut merupakan beberapa tindakan sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari:

1. Membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, setelah dari kamar mandi/wc, sebelum dan sesudah memegang/mengolah makanan, setelah beraktivitas di luar.

2. Mengenakan masker penutup saat berkendara/beraktivitas di luar rumah terutama bila merasa ada gejala batuk/pilek.

3. Melakukan tindakan pencegahan demam berdarah (membersihkan bak penampung air secara teratur, mengubur/membuang wadah yang dapat menampung air, menggunakan kasa nyamuk, menggunakan lotion anti nyamuk dan tidak menggantung baju terlalu lama)

4. Membiasakan membuang sampah pada tempatnya

5. Minum air yang telah dimasak hingga mendidih/ air mineral.

6. Membiasakan mencuci bahan makanan yang akan diolah dengan air bersih.

7. Menghindari jajanan yang diproses tidak higienis/ mengandung zat aditif (pewarna, pengawet dan lain sebagainya) yang tidak sesuai ketentuan.

Secara umum mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus relatif sama yaitu menjaga dan memperbaiki kondisi tubuh. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat saat musim pancaroba:

1. Menjaga asupan nutrisi. Bila anak susah makan, berikan hal yang disukainya seperti sup, jus buah atau susu dan memberi cairan yang cukup (air putih, teh hangat dan air gula)

2. Bila anak demam segera kompres dengan air biasa (bukan kompres dingin/alkohol), bila memungkinkan berikan obat penurun panas. Segera mencari layanan kesehatan terdekat jika 2 hari demam tidak turun

3. Anak dengan batuk/pilek usahakan memakai masker saat keluar rumah, karena beberapa penyakit infeksi virus menular melalui udara. Sebisa mungkin anak yang batuk/pilek mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan lebih lanjut.

4. Anak yang menderita diare akut/muntah terus menerus harus diwaspadai. Usahakan tetap memberikan cairan (oralit, susu, sup, jus buah, teh manis, air gula) untuk mencegah dehidrasi. Sebaiknya ibu segera pergi ke layanan kesehatan terdekat jika diare/ muntah tidak berhenti dan dijumpai tanda kekurangan cairan (kencing berkurang, mata cowong, anak gelisah).

5. Demam berdarah dengue (DBD) biasanya diawali dengan demam tinggi mendadak. Kondisi ini bisa diikuti gejala lain seperti mual, nyeri kepala atau nyeri ulu hati dan mungkin juga tanda perdarahan seperti bintik merah di kulit atau mimisan. Sebaiknya orang tua segera mencari layanan kesehatan terdekat.

*) Dokter Anak RSUD Jombang.

No comments

Powered by Blogger.