SDN Talunkidul I Sumobito Membangun Kedekatan Emosional


SDN Talunkidul I Sumobito memiliki kebiasaan yang dilakukan oleh peserta didik yaitu berjabat sambil cium tangan oleh peserta didik dengan guru. Kedengarannya sederhana, namun ternyata tidak seluruh sekolah mempraktikan dan membiasakan hal ini secara rutin. 

SUMOBITO – Menumbuhkan pendidikan karakter sekaligus memupuk suasana kekeluargaan di sekolah beragam caranya. Termasuk dengan membiasakan berjabat sambil cium tangan oleh peserta didik dengan guru. Kedengarannya sederhana, namun ternyata tidak seluruh sekolah mempraktikan dan membiasakan hal ini secara rutin.

Namun kebiasaan itu telah rutin dilakukan oleh peserta didik SDN Talunkidul I Sumobito. Sebelum bel sekolah berbunyi pukul 07.00 WIB, para guru telah berbaris di pintu gerbang. Setiap peserta didik yang datang pun disambut dengan ramah dan senyuman. Memasuki kawasan sekolah, peserta didik berjabat sambil cium tangan dengan seluruh guru.

Selain itu, guru kelas VI SDN Talunkidul I Sumobito, Ngatari, S.Pd. mengatakan bahwa melakukan senam setiap pagi di hari Selasa-Sabtu juga selalu dilaksanakan. Ini tidak lain karena pembiasaan hidup sehat guna mempersiapkan peserta didik dalam menerima pembelajaran nantinya.

“Hari Senin peserta didik melakukan upacara bendera. Kami meyakini untuk membentuk karakter dan menumbuhkan perilaku baik butuh pembiasaan. Harapannya agar kebiasaan baik ini juga berlaku di rumah dan lingkungan masing-masing sekaligus bekal di masa mendatang,” ujar laki-laki berkumis tebal tersebut.

Lantunan Asmaulhusna juga selalu terdengar di sekolah yang memiliki jumlah peserta didik 149 ini. Setelah senam pagi dan sebelum memasuki ruangan kelas, peserta didik kelas I-VI diharuskan duduk bersila sambil menghadap ke kiblat sambil menyebutkan nama-nama baik Allah.

“Pembiasan tersebut guna membentuk sikap tawaduk (rendah hati) sehingga menghargai bapak ibu guru dan orang yang lebih tua. Di hari Jumat, peserta didik juga melaksanakan Istigasah pendek,” tambah guru Pendidikan Agama Islam, Rudi Prasetyo, S.Pd.

Tidak hanya pendidikan karakter saja yang ditekankan di SDN Talunkidul I Sumobito ini, namun pengembangan bakat dari peserta didik pun selalu diperhatikan oleh guru. Seperti halnya dibidang olah vokal dan olahraga. Tidak diragukan dengan bakat dan kemampuan peserta didik tidak sedikit yang menyabet juara di beberapa perlombaan.

“Alhamdulillah di tahun 2018 ini ada beberapa piala yang didapatkan. Contohnya saja dari segi olah suara meraih juara II Lomba Kasidah tingkat Kecamatan,” ujar guru kelas IV, Maimunah, S.Pd yang juga sebagai pembimbing olah vokal.

Meski tiada ektrakulikuler olah vokal di sekolah, tambah Maimunah, guru tetap mengamati potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Sehingga ketika ada kegiatan atau perlombaan olah vokal, di pilih peserta didik yang memiliki bakat serupa. Selanjutnya di latih supaya mampu memaksimalkan bakat tarik suaranya tersebut. Bonusnya adalah memperoleh predikat sebagai juara.

Senyampang itu juga bidang olahraga menjadi garapan utama disana sebagai wadah pengembangan bakat dan minat peserta didik. Contohnya sepak takraw, tenis meja dan beberapa Cabang Olahraga (Cabor) lainnya juga menyambet beberapa juara pada perlombaan di tingkat kecamatan.

“Untuk mengetahui bakat dan minat mereka perlu adanya kedekatan antar guru dan peserta didik. Supaya guru dapat mengetahui keinginan peserta didik. Misalnya cabor yang disukai, maka dari itu sebagai guru kami harus memfasilitasi dan mengembangkannya,” kata guru olahraga SDN Talunkidul I Sumobito, Arif Santoso, S.Pd.

Hubungan kedekatan antara guru dengan peserta didik sangatlah penting, tambah Arif Santoso, dengan hubungan yang harmonis akan berdampak baik dalam proses pembelajaran di kelas dan hasil akademik peserta didik.

Ngatari juga menimpali, “Hubungan guru dengan peserta didik yang positif juga dikaitkan dengan peningkatan kompetensi sosial pada peserta didik. Selain itu juga akan mengarahkan pada banyaknya upaya untuk menghabiskan waktu bersama untuk belajar seraya membantu peserta didik dalam permasalahan yang dihadapi saat proses pembelajaran.” aditya eko

No comments

Powered by Blogger.