Bermula dari Batu Pertapaan Damarwulan


Kata Dempok sendiri diambil dari kata Batu Depok tersebut. Orang zaman dahulu kalau menyebut Depok itu sulit, akhirnya masyarakat sekitar menyebutnya Dempok. Hingga sekarang pun resmi bernama Dusun Dempok.

MEGALUH – Dusun Dempok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh dahulunya merupakan hutan lebat. Sebagaimana sebuah hutan banyak dihuni oleh hewan liar dan buas. Namun semakin berjalannya waktu, hutan yang sebelumnya lebat kian tidak terlihat seiring digunakan pemukiman.

Sementara nama Dusun Dempok sendiri tiada lepas dari cerita rakyat Damarwulan. Diketahui Damarwulan sendiri adalah putra dari Patih Hudara yang tidak lain adalah seorang patih di Kerajaan Majapahit. Alkisah Damarwulan mengabdi sebagai tukang rumput kepada Patih Loh Gender dari Majapahit. Karena kepandaiannya, Damarwulan dapat menjadi abdi andalan Patih Loh Gender, dan Anjasmara putri sang patih terpikat dan jatuh cinta kepadanya.

Damarwulan kemudian mendapat tugas dari raja putri Majapahit, yaitu Ratu Kencana Wungu, untuk menyamar dengan tujuan membantu mengalahkan Minak Jinggo penguasa Blambangan yang bermaksud memberontak kepada Majapahit. Damarwulan yang tampan dapat menarik perhatian selir-selir Minak Jinggo, yaitu Waeta dan Puyengan. Melalui bantuan dua selir Minak Jinggo, Damarwulan berhasil memperoleh senjata sakti gada Wesi Kuning milik Minak Jinggo. Minak Jinggo kemudian berhasil dikalahkan dan Damarwulan menjadi pahlawan. Ia memboyong kedua selir tersebut, serta pada akhirnya juga mempersunting sang raja putri Majapahit.

“Menurut cerita zaman dulu, untuk mencari ilmu Damarwulan berpindah-pindah di berbagai tempat, hampir seluruh kehidupannya digunakan untuk bertapa mencari ilmu. Saat itu tibalah Damarwulan di Jombang tepatnya di Desa Sidomulyo ini. Di sini ia memilih untuk bertapa selama bertahun-tahun,” kata salah satu warga Desa Sidomulyo, Hariyono (57).




Meski belum ada sumber yang jelas mengenai pemilihan tempat bertapanya Damarwulan tersebut, namun warga sekitar meyakini bahwa memang tempat tersebut merupakan tempat yang sunyi jauh dari peradaban manusia. Jadi tempat yang saat ini diberi nama Dusun Dempok tersebut sangat cocok untuk mengasingkan diri dari keramaian dengan menahan hawa nafsu untuk mencari ketenangan batin dan mengasah ilmunya.

Damarwulan membuat pedepokan di tempat tersebut. Kemudian laki-laki yang memiliki wajah tampan rupawan itu melakukan pertapaan, dalam bertapa Damarwulan menduduki sebuah batu. Saking lamanya bertapa yang mencapai waktu bertahun-tahun, menjadikan batu yang diduduki Damarwulan ini membentuk menyerupai pantat dan kaki manusia.

“Batu ini di keramatkan oleh warga setempat, sampai sekarang pun batu ini masih dikeramatkan. Konon katanya Batu Depok mempunyai banyak mitos yang beragam. Dahulu di sekitar batu ini juga banyak terdapat kelelawar, ada yang mengatakan di sana juga terdapat siluman harimau putih dan tersembunyi pusaka berupa keris emas. Akan tetapi kemudian pusaka itu dipindahkan ke pedepokan daerah lain,” tambah ayah dua anak tersebut.

Kata Dempok sendiri diambil dari kata Batu Depok tersebut. Orang zaman dahulu kalau menyebut Depok itu sulit, akhirnya masyarakat sekitar menyebutnya Dempok. Hingga sekarang pun resmi bernama Dusun Dempok.

Namun nama Dusun Dempok di Kabupaten Jombang ini tidak hanya satu, tetapi ada tiga Dusun yang bernama Dempok yakni berada di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Desa Sidomulyo dan Desa Ngogri Kecamatan Megaluh. Jikalau diruntut asal usul namanya memang masih memiliki kesinambungan dengan cerita Damarwulan. aditya eko

No comments

Powered by Blogger.