Kelereng Media Mengenal Bilangan



Prestasi membanggakan ini sebenarnya adalah bonus, terpenting seluruh anak didik bisa lebih menerima pembelajaran dengan baik. Selanjutnya, sepulang sekolah anak didik diharapkan mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya yang ada di lingkungan sekitar. - Rini Eka Wati S.Pd. -

KUDU – Belajar sambil bermain memang sangat digemari oleh anak didik. Apalagi menengok usianya yang masih dalam tahap bermain, membuat konsep belajar sambil bermain membuat permainan diberikan muatan pembelajaran. Manfaatnya, pelbagai pengetahuan akan didapatkan oleh anak didik secara tidak langsung.

Terlebih permainan yang dipilih adalah sebuah permainan tradisional. Banyak filosofi kehidupan yang terbesit dibaliknya serta meningkatkan daya kreatifitas karena bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan barang tidak terpakai disekitar lingkungannya. Ditambah, permainan tradisional mampu menguatkan pendidikan karakter seorang anak didik.

Sayangnya sekarang sudah banyak ditinggalkan. Anak didik lebih memilih bermain gadget berjam-jam sehingga membuat malas melakukan aktifitas. Dampak negatifnya secara tiada disadari membuat perubahan cara berikir dan prilaku. Dari semakin introfet, enggan bergaul, indiviualis, emosional, dan tiada mau berproses untuk menghasilkan sesuatu. Dengan kata lain, anak didik kecenderungan ingin semua sudah tersedia atau instan.

Adanya keresahan perihal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi salah satu guru TK Kartika IV-53 Kudu, Rini Eka Wati S.Pd. untuk membuat metode pembelajaran anak usia dini dengan memanfaatkan dan mengenalkan permainan tradisional. Akhirnya terpilihlah kelereng atau gundu sebagai alat peraga pengenalan bilangan. Selain sukses menarik antusias anak didik, berkat inovasinya berhasil mengantarkan perempuan lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu terpilih menjadi juara pertama guru berprestasi jenjang TK Se Kabupaten Jombang.




“Prestasi membanggakan ini sebenarnya adalah bonus, terpenting seluruh anak didik bisa lebih menerima pembelajaran dengan baik. Selanjutnya, sepulang sekolah anak didik diharapkan mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya yang ada di lingkungan sekitar,” jelas perempuan yang juga mengampu menjadi guru bimbingan belajar tersebut.

Di balik kegigihannya membimbing anak didik TK Kartika IV-53 Kudu, perempuan yang lahir 31 tahun lalu ini tidak lupa menjalani perannya selaku ibu rumah tangga. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga tetap dilakukannya sebelum ataupun sepulang menjalani rutinitas kewajibannya sebagai seorang guru.

Bahkan di sela-sela kesibukannya, perempuan yang memiliki kegemaran bidang wirausaha ini tidak bisa berdiam diri begitu saja setelah semua tugas selesai dikerjakan. Setiap ada waktu senggang tetap saja dimanfaatkannya dengan aktivitas produktif berikutnya, seperti membuat es dan berjualan Alat Tulis Kantor (ATK) di rumahnya.

Perempuan asal Kecamatan Ploso tersebut menyampaikan, “Semua itu dilakukan semata-mata hanya karena tidak ingin waktu terbuang sia-sia. Selain mencerdaskan generasi penerus bangsa, bersama suami kesejahteraan menjalani kehidupan sehari-hari harus tetap diperhatikan dan diupayakan semaksimal mungkin. Selanjutnya, semoga prestasi menjadi guru berprestasi mampu berlanjut membawa nama baik lembaga ataupun daerah asal di jenjang lebih tinggi.” fakhruddin

Biodata

Nama : Rini Eka Wati S.Pd.

TTL : Jombang, 21 Januari 1987

Kegemaran : Wirausaha

Riwayat Pendidikan :

1. TK Cempaka Indah Ploso

2. SDN Daditunggal Ploso

3. SMP Negeri 2 Ploso

4. MAN Kepuhdoko Tembelang

5. D2 PGTK Universitas Kanjuruhan Malang

6. S1 PG PAUD Universitas Negeri Surabaya Jurusan

No comments

Powered by Blogger.