Warna Menyala dan Ekor Mahkota Ikan Cupang Jadi Jatuh Hati


“Saat memelihara ikan hias, maka mempunyai aktifitas rutin seperti memberi makan dan membersihkan akuarium yang dapat menjadi penghilang stres dan bosan. Selain itu, bisa menikmati keindahan ikan hias yang sangat beraneka ragam tersebut. Serta dapat digunakan sebagai sarana bersyukur atas kebesaran Allah.” - Mohammad Roni. -

MOJOWARNO – Manusia sebagai rentan terkena skizofrenia (penyakit mental penyebab gangguan proses berpikir), rentan mengalami stres atau depresi. Biasanya hal ini melanda ketika beban pikiran menumpuk atau sedang jenuh. Stres atau depresi yang berkepanjangan dapat membuat pikiran menjadi jenuh dan tidak jernih lagi sehingga membuat segala aktifitas menjadi terpengaruh. Oleh karenanya diperlukan sebuah kegiatan yang dapat menguranginya. Salah satu caranya adalah menjalani hobi.

Seperti halnya yang dilakukan Muhammad Roni. Hobinya memelihara ikan cupang hias ini menurutnya sangat mengasikkan, karena ikan yang terkenal agresif dalam mempertahankan dirinya ini juga memiliki bentuk dan warna yang indah.

“Saya mulai menggemari ikan cupang hias sejak lima tahun yang lalu. Awalnya hanya mengantar teman membeli ikan cupang di Kabupaten Tulungagung. Tapi lama kelamaan saya juga tertarik karena keunikannya itu,” kata Muhammad Roni.

Laki-laki asal Mojowarno itu menjelaskan bahwa ada bermacam-macam jenis ikan cupang, yaitu Dauble Tail (Cagak), Giant (Raksasa) dan yang paling banyak diminati masyarakat khususnya di Jombang adalah Halfmoon, Crown Tail, dan Plakat (Petarung). Setiap jenis ikan tersebut memiliki keunikan tersendiri.

“Contohnya jenis Halfmoon, ikan jenis ini memiliki keindahan yang menarik karena banyak pilihan warnanya yang menyala. Selanjutnya jenis Crown Tail atau serit, memiliki ekor yang menyerupai mahkota ketika dibalik menghadap ke atas dan asli dari Indonesia. Ikan cupang jenis serit memiliki banyak varian diantaranya serit tunggal dan ganda,” papar ayah satu anak itu.

Ketiga adalah Plakat, tambah Muhammad Roni. Ikan ini berasal dari Thailand dan biasanya dibuat aduan. Sirip dan ekor cupang Plakat biasanya pendek, berbeda dengan Crown Tail dan Halfmoon. Lantaran pendek, sirip tersebut memberikan kesan kokoh dan kekar. Gerakan ikan jenis ini tidak terlalu anggun tetapi terlihat lebih sangar.




Meski ikan yang cantik nan menawan ini tergolong lebih kuat dibandingkan ikan hias lainnya, dalam perawatannya pun harus tetap diperhatikan agar ikan cupang tidak gampang stres bahkan mati. Pemilihan akuarium yang ideal untuk satu cupang kisaran 15x15x20 cm. Sedangkan untuk airnya lebih baik menggunakan air sumur dan diganti setiap 3-5 hari, atau saat air terlihat kotor. 

“Jika menggunakan air PDAM lebih baik diendapkan dahulu satu hari. Saat mengganti air berikan obat ikan seperti biotik atau methyl blue. Ini dilakukan untuk menghindari ikan cupang dari jamur dan cepat menyembuhkan luka,” ujar pecinta ikan cupang jenis Halfmoon tersebut.

Memberikan makannya pun harus secara teratur. Makanan ikan cupang ada banyak sekali seperti kutu air, jentik nyamuk atau pelet kecil khusus ikan cupang. Porsi makanan jangan terlalu banyak karena jika tersisa akan membuat air cepat keruh terutama pemberian pelet yang berlebih. Memberi makan ikan cupang bisa dilakukan 1-2 kali sehari.

“Saat memelihara ikan hias, maka mempunyai aktifitas rutin seperti memberi makan dan membersihkan akuarium yang dapat menjadi penghilang stres dan bosan. Selain itu, bisa menikmati keindahan ikan hias yang sangat beraneka ragam tersebut. Serta dapat digunakan sebagai sarana bersyukur atas kebesaran Allah,” tutur Mohammad Roni. aditya eko

No comments

Powered by Blogger.