Budidaya Tokek Dijamin Tidak Bakal Bokek


Harga jual tokek cukup tinggi, mulai dari 20 juta hingga 50 juta rupiah. Bahkan satu ekor tokek harganya bisa melambung hingga miliaran rupiah tergantung ukurannya. Semakin panjang tokek, maka harganya pun juga makin tinggi. - Kamim -

JOMBANG – Bagi sebagian orang, hewan bernama latin Gekko atau yang akrap disapa tokek ini merupakan binatang yang menjijikkan. Bentuk kepalanya yang mirip dengan ular dengan gigi tajam dan tubuhnya dipenuhi bintik-bintik juga membuat seseorang menjadi geli melihatnya. Tokek memiliki kehidupan yang sama dengan cicak, hanya saja hewan satu ini lebih agresif dan bisa memangsa jenisnya sendiri (kanibal). Oleh karena itu tokek menjadi salah satu hewan yang berbahaya bagi manusia jika tidak mengerti cara memperlakukannya.

Namun berbeda dengan Kamim, laki-laki asal Desa Banjardowo Kecamatan Jombang ini malah memburu tokek dan menernaknya. Kamim telah menggeluti usahanya tersebut sejak tahun 1983 silam. Dia merupakan satu-satunya pengusaha peternakan yang menjalankan usaha beternak tokek di desanya.

“Awalnya saya dulu bekerja membuat batu bata, namun terakhir pada saat hendak pembakaran batu bata tumpukannya roboh. Setelah itu saya dikasih tahu sama orang tua bahwa disuruh berburu tokek, karena tokek dimasa yang akan datang banyak dicari,” kata Kamim ketika ditemui di rumahnya.

Saat pertama kali memulai usaha ini, dia hanya berburu dan menjualnya ke pengepul. Seiring berjalannya waktu, Kamim mulai berpikir untuk merintis budidaya tokek. Sehingga sekitar tahun 90-an dirinya mulai budidaya dan itung-itung sudah mempunyai pengalaman. Namun sampai saat ini laki-laki berumur 65 tahun tersebut j terkadang masih berburu tokek juga.

“Ya jika ada yang menyuruh ngambil tokek di rumah atau di desa saya juga masih melayani. Biasanya saya mematok harga 300 ribu rupiah untuk jasa mengambil hewan tersebut. Tetapi itu pun harus saya lakukan di malam hari, sekitar pukul 01.00 dini hari. Memang banyak yang bilang tokek itu hewan jelmaan dan ada yang nunggu alias makhluk halus,” ungkap Kamim, sembari tertawa.

Meski banyak yang meyakini bahwa tokek dinilai mempunyai nilai mistis, namun Kamim mengaku tidak membutuhkan ritual khusus. Ketika berburu dirinya hanyas membekali diri dengan nyali tinggi, disamping kejelian dan kesabaran. Selain itu peralatan seperti sarung tangan juga selalu dia siapkan agar tidak digigit.

Harga jual tokek terbilang cukup tinggi. Dari mulai dari 20 juta hingga 50 juta rupiah. Bahkan satu ekor tokek harganya bisa melambung hingga miliaran rupiah tergantung ukurannya. Semakin panjang tokek, maka harganya pun juga makin tinggi.

Menurut Kamim, ada tiga jenis tokek yang biasanya ia buru yaitu tokek batu, tokek hutan dan tokek rumah. Namun jenis tokek rumahan yang biasanya paling diburu dan dibudidayakan karena harga jual tokek rumah lebih tinggi. Masing-masing jenis ada yang membedakan, baik warnanya maupun bentuknya. Kadang-kadang ada yang kecil dan besar.

Harga tokek rumah kata bisa mencapai puluhan juta. Tokek baru layak jual tinggi jika panjangnya sekitar 38 sampai 40 sentimeter (cm). Beberapa bulan lalu, ia mengaku menjual dengan bandrol 25 juta rupiah dengan panjang 38 sampai 39 cm. Sedangkan panjang 40 sampai 45 cm, harganya mencapai 45 juta sampai 1 miliar rupiah.

“Saya tidak mengetahui secara pasti tokek itu bakal dipergunakan untuk apa. Hanya saja informasi yang saya dapat, tokek dimaksimalkan untuk pengobatan,” tegas Kamim. aditya eko

No comments

Powered by Blogger.