Kondisi Tinja dan Urine Indikator Kesehatan


Pada kondisi tubuh yang sehat feses yang dikeluarkan juga akan menunjukkan konsistensi atau perlunakan yang ideal yang ditunjukkan dengan bisa melewati anus tanpa kontraksi yang berlebihan. Berbentuk seperti pisang atau huruf S dengan kondisi lembab.

Oleh: dr. Ita Supranata*)

JOMBANG – Di dalam tubuh manusia berjalan beragam mekanisme yang teramat rumit jika harus dijelaskan satu persatu. Namun jika bisa disederhanakan, tubuh manusia ibarat sebagai sebuah mesin yang yang saling terkait. Jika terjadi sebuah permasalahan pada sebuah bagian, bagian lain akan memberikan sinyal bahwa terjadi sebuah kesalahan. Begitu pula dengan tubuh manusia.

Feses atau tinja dan urine yang dikeluarkan sebagai sisa hasil proses pencernaan yang terjadi dalam tubuh dapat menjadi petunjuk kondisi tubuh seseorang. Meski terdengar agak menjijikkan, tidak ada salahnya untuk sesekali mengecek kondisi tinja atau urine yang dikeluarkan untuk mengetahui kondisi tubuh.

Urine adalah sisa hasil buangan proses pencernaan yang dikeluarkan dari ginjal. Dalam kondisi tubuh yang sehat dalam sehari seseorang setidaknya harus mensekresikan urinenya minimal enam kali sehari, berwarna bening dan tidak berbau. Jika urine yang dikeluarkan berwarna kuning dan berbau, maka tubuh sedang kekurangan cairan atau dehidrasi. Semakin pekat warna kuning pada urine, maka tingkat dehidrasi tubuh juga semakin besar. Satu-satunya langkah agar tubuh tidak mengalami dehidrasi adalah dengan minum air putih sesuai yang disarankan yakni delapan liter perhari.

Urine yang berwarna coklat pekat seperti air teh menunjukkan bahwa terdapat bilirubin atau pigmen jingga-kuning produk sisa dari perombakan sel darah merah yang bisa menjadi indikasi bahwa dalam lever terjadi gangguan. Sementara urine berwarna merah, di luar konteks seorang perempuan yang tengah dalam masa menstruasi dapat mengindikasikan adanya kandungan darah dalam urine yang menunjukkan adalanya gangguan (infeksi) di saluran kencing, adanya batu ginjal atau saluran kencing. Adanya kebocoran ketika penyerapan protein dalam tubuh juga dapat mempengaruhi urine. Protein yang bocor akan turut larut dan menyebabkan urine menjadi berbuih ketika dikeluarkan.

Selain menunjukkan kadar dehidrasi, bau yang dihasilkan urine juga bisa mendeteksi penyakit. Urine yang beraroma manis, menunjukkan adanya kadar glukosa yang mengindikasikan seseorang tersebut terserang penyakit diabetes. Frekuensi membuang urine di malam hari lebih tinggi juga bisa menjadi indikasi awal penyakit diabetes.

Sementara itu, feses merupakan hasil buangan proses saluran pencernaan. Dalam sehari seseorang setidaknya harus mengeluarkan feses atau buang air besar satu kali sehari. Hal ini bertujuan agar tubuh tidak terlalu banyak serta lama menyimpan sisa ‘sampah’ hasil pencernaan.

Warna feses yang sehat adalah berwarna kekuningan-coklat muda. Jika warna feses berwarna lebih gelap kemungkinan terjadi masalah (pendarahan) pada organ pencernaan bagian atas. Namun warna feses juga bisa dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi Misalnya mengonsumsi sayur-sayuran dalam jumlah yang signifikan akan menyebabkan feses berwarna hijau.

Pada kondisi tubuh yang sehat feses yang dikeluarkan juga akan menunjukkan konsistensi atau perlunakan yang ideal yang ditunjukkan dengan bisa melewati anus tanpa kontraksi yang berlebihan. Berbentuk seperti pisang atau huruf S dengan kondisi lembab.

Jika lebih padat bahkan hingga berbentuk seperti kelereng kecil dan keras menunjukkan tubuh sedang mengalami sembelit yang bisa diakibatkan kekurangan cairan atau serat. Sementara jika feses lebih lembek, merupakan pertanda bahwa makanan yang dikonsumsi sebelumnya adalah makanan yang ‘salah’. Misalnya mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak sehingga sisa lemak yang tidak terserap akan dikeluarkan begitu saja. Sedangkan feses yang berbentuk lebih cair dalam artian ampas yang dikeluarkan lebih sedikit, selain menunjukkan efek ‘salah makan’ juga menandakan terjadinya infeksi bakteri atau virus di pencernaan. fitrotul aini.

*) Dokter Umum Klinik Santa Maria Jombang. Juga membuka praktik dokter di kediamannya di Jl. Prof. Buya Hamka 11 Jombang (depan SMPK Petra Jombang)

No comments

Powered by Blogger.