Lembut Baksonya, Empuk Kikilnya


Sekali menggigit bakso kesan yang terasa begitu lembut. Namun tekstur dagingnya masih terasa dengan serat-seratnya. Begitu pun kikilnya, begitu empuk tapi terasa padat.

PERAK - Bakso sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat. Jajanan asal negeri tirai bambu ini saban hari berseliweran di jalanan. Sangking banyaknya penjual bakso, tidak jarang yang berinovasi baik dari bentuk hingga isian.

Kalau biasa populer bakso berbentuk bulat, ada yang mencoba merekontruksi dengan bentuk kotak hingga hati. Demikian soal isiannya, jika bakso identik dengan daging maka ada pula yang mencoba berisi durian hingga membuat dengan ukuran besarnya tiada sewajarnya. Semua itu semata-mata demi menarik minat pembeli dan menjadikan berbeda agar memiliki karakter sendiri.

Sama halnya yang dilakukan oleh Sulthoni, pemilik warung Bakso Kikil Citarasa memadukan bakso dan kikil. Alhasil sejak tahun 1980 membuka usaha ini, sudah memiliki pelanggan tetap walaupun warungnya terbilang tidak strategis letaknya dan mulai bermunculan penjual bakso yang menggunakan varian serupa.




Lantaran menjadikan kikil sebagai kunci kelezatan baksonya, Sulthoni tidak ingin sembarangan dari memilih bahan hingga memasaknya. Seringkali dia sendiri yang pergi ke pasar memilih kikil kambing yang pas. Kemudian memasaknya pun selain direbus dengan waktu yang telah disesuaikan, tentunya dipadukan dengan beberapa bumbu rahasia agar rasanya benar-benar sesuai bila dikombinasikan dengan bakso.

Betul. Usai disiapkan dan sampai di depan mata, seprosi bakso kikil Citarasa sudah membuat pandangan kenyang duluan. Hal itu karena tiada diberi sedikit pun ruang kosong untuk mangkuknya. Selain penuh dengan tujuh butir bakso, delapan irisan kikil ukuran cukup besar pun turut menyesaki. Selebihnya campuran lain pada umumnya yakni bihun, daun seledri, bawang goreng. Bahkan pembeli pun dimanjakan dengan kubis dan potongan jeruk nipis yang bisa diambil sesuka hati.

Sekali menggigit bakso kesan yang terasa begitu lembut. Namun tekstur dagingnya masih terasa dengan serat-seratnya. Begitu pun kikilnya, begitu empuk tapi terasa padat. Dipungkasi dengan menyeruput kuahnya begitu gurih. Mungkin kaldu daging serta kikil menyatu hingga menimbulkan sebuah cita rasa penuh dengan sensasi.

Untuk menikmati bakso kikil Citarasa buatan Suthoni pecinta kuliner cukup merogoh kocek sebesar 25 ribu rupiah, sedangkan bakso biasa 20 ribu rupiah. Apabila penasaran bagaimana sensasi memakan kuliner satu ini, sila datang langsung ke Jalan Raya Ngrandu, RT.3/RW.3, Plosogenuk, Perak pada pukul 10.00 sampai 21.00 WIB. fakhruddin

No comments

Powered by Blogger.