Lompat Jauh Menuju Impian


“Semua keberhasilan tidak lepas dari dukungan seluruh warga sekolah yang terus mendorong semua peserta didik supaya memiliki target untuk lulus dengan membawa prestasi, baik akademik maupun nonakademik.” -Wisnu Prasetyo Wira Ramadhan-

BARENG – Atletik merupakan cabang olahraga yang secara garis besar terbagi menjadi lari, lempar, lompat dan jalan. Dilihat dari sejarahnya, cabang jenis ini pertama kali dilombakan saat olimpiade di tahun 776 Sebelum Masehi (SM) di Yunani. Pada masa itu gabungan beberapa olahraga itu sering dihubungkan dengan pelatihan tempur, sebab semua aktivitasnya memiliki tujuan untuk melatih fisik seseorang supaya kuat dalam menghadapi segala keadaan.

Sampai akhirnya memasuki abad 19 organisasi formal dimulai, begitu juga kegiatan olahraga reguler di sekolah. Dampaknya, sampai sekarang atletik menjadi satu cabang perlombaan yang semakin diminati peserta didik. Salah satu faktornya yakni karena setelah melalui beberapa fase perkembangan zaman, tentu semakin banyak kategori baru bermunculan. Bahkan sebagian besar peserta didik memiliki impian untuk menjadi seorang atlet nasional.

Laiknya salah satu peserta didik SDN Banjaragung II, Bareng, Wisnu Prasetyo Wira Ramadhan yang berkeinginan membanggakan semua orang terdekatnya melalui prestasi di bidang atletik, khususnya lompat jauh dan tolak peluru. Berkat ketekunannya berlatih secara rutin saat menjalani ekstrakurikuler, peserta didik berpostur jangkung tersebut berhasil memenangkan ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Kabupaten Jombang 2018 cabang lompat jauh dengan predikat juara pertama dan mempertahankan gelar yang didapat lembaga di tahun sebelumnya.

Wisnu memaparkan, “Semua keberhasilan tidak lepas dari dukungan seluruh warga sekolah yang terus mendorong semua peserta didik supaya memiliki target untuk lulus dengan membawa prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Selain membawa nama baik sekolah, juga sangat berguna untuk melanjutkan di jenjang berikutnya melalui jalur prestasi. Adanya motivasi itu membuat peserta didik lebih bersemangat mengasah potensi masing-masing sesuai bimbingan guru.”

Alhasil, di setiap menghadapi ajang tertentu guru pembimbing tidak perlu melakukan persiapan yang begitu berat. Karena ketika kegiatan ekstrakurikuler, semua kegiatan sudah disesuaikan dengan kebutuhan perlombaan. Sebagai upaya menjaga ketahanan fisik atlet agar tetap bugar, cukup diberikan latihan ringan berlari santai di daerah setempat.

Di lain hal, Wisnu yang hanya tinggal bersama sang nenek sangat berkeinginan membahagiakan orang terkasihnya tersebut. Selain berkeinginan menjadi atlet, peserta didik berusia tigabelas tahun ini pun bercita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Oleh sebab itu, melalui hobi di bidang olahraga ini diharapkan mampu menorehkan sejumlah prestasi sebagai langkah dalam meraih mimpinya.

“Mengingat kemungkinan itu masih terasa begitu jauh, keinginan terdekat adalah dapat melanjutkan pendidikan jenjang SMP di sekolah yang mampu melanjutkan pembinaan atas cabang olahraga atletik. Supaya cita-cita menjadi seorang TNI kelak mampu tercapai,” ujarnya. fakhruddin

No comments

Powered by Blogger.