Upaya Memutus Rantai Pencemaran Sungai


Kepala Desa Candimulyo, Jombang, Sufredo Herlan berinovasi membuat terobosan guna mengubah suasana di areal sungai Sidobayan yang ada di desa setempat agar lebih bernilai ekonomi dengan membangun Wahana Wisata Air.

JOMBANG – Persoalan pencemaran sungai sudah menjadi suatu permasalahan umum di setiap wilayah perkotaan, selain disebabkan pembuangan limbah pabrik juga dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Beragam solusi pun telah dilakukan, laiknya aksi membersihkan sungai yang dilakukan pemerintah terkait hingga organisasi masyarakat. Hanya saja, upaya itu tidak bisa memutus rantai penyebab pencemaran air sungai yang sudah terjadi secara turun temurun.

Sebagai upaya menjawab semua persoalan tersebut, Kepala Desa Candimulyo, Jombang, Sufredo Herlan berinovasi membuat terobosan guna mengubah suasana di areal sungai Sidobayan yang ada di desa setempat agar lebih bernilai ekonomi dengan membangun Wahana Wisata Air. Sungai Sidobayan umumnya memiliki kondisi serupa dengan sungai perkotaan, tercemar air limbar beserta sampah rumah tangga. Melalui pembangunan ini, kondisi sungai akan lebih dirawat dengan proses penyaringan di beberapa titik tertentu supaya air lebih bersih dan menghilangkan aroma tidak sedap.

“Terlebih dampak dari perputaran ekonomi di lokasi tersebut, otomatis masyarakat sekitar akan tergugah menjaga kondisi lingkungan sungai. Tidak hanya masyarakat sekitar, setelah sukses dibangun kemungkinan besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait fasilitas penunjang lain berkaitan dengan sungai pun berpotensi akan benahi. Termasuk turap tepi sungai yang sudah rusak, tujuannya tentu supaya penampilan sungai kian sedap dipandang dan terawat,” jelas laki-laki yang kerap disapa Oyong itu.

Gagasan ini, imbuh Sufredo Herlan, sebenarnya sudah terpikir sejak tahun 2017 silam, ketika berkunjung di beberapa lokasi wisata di luar kota. Namun, biaya pembangunan sebuah wisata air ini tidak sedikit, yakni kurang lebih 1,6 miliar. Oleh sebab itu, berbekal anggaran Dana Desa (DD) yang tersedia pembangunan dilakukan secara bertahap dimulai dari pembenahan penerangan areal sungai. Setelah infrastruktur selesai disiapkan, langkah berikutnya adalah membangun pujasera lengkap beserta fasilitas lainnya.

Melihat inovasi rencana pembangunan wisata air yang digagas laki-laki asal Sumatera itu begitu menarik perhatian dan memiliki dampak positif bagi lingkungan serta perekonomian masyarakat, pemerintah Kabupaten Jombang pun sangat mengapresiasi hal itu. Bahkan berencana memberikan bantuan anggaran dana, karena selain mengangkat citra desa juga tentunya nama besar Kota Santri pun ikut melambung.

Selain pembangunan pujasera, pemerintah desa akan membuat beberapa tempat swafoto dan wahana outbond. Sebab sasaran utama pembangunan wisata ini bukan hanya usia remaja ke atas saja, melainkan masyarakat umum beserta anak-anak. Apabila perasaan senang telah tumbuh dengan sendirinya, kesadaran mencintai lingkungan yang tertuang pada wisata air ini pun akan mudah diingat sampai akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Laki-laki yang juga ahli di bidang listrik ini pun menuturkan, “Jika pembangunan selesai dilaksanakan dan semua operasional sudah berjalan, manfaat berikutnya adalah untuk mendapatkan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini belum pernah diperoleh.” fakhruddin

No comments

Powered by Blogger.