‘Coba yang ini… Botok Iwak Kali’


Salah satu warung di kawasan pasar Megaluh menyajikan menu berbagai botok dengan menggunakan iwak kali (ikan sungai). Berbekal menu andalan botok ikan jendil, warung sederhana ini tidak pernah sepi diburu pembeli.

JOMBANG, MSP – Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak masakan tradisional bercita rasa enak, lezat, sehat dan pastinya begitu menggugah selera. Masakan tersebut bisa berupa masakan tumis, berkuah santan, pepes, masakan yang digoreng atau botok. Mmm, jika berbicara mengenai varian masakan di Indonesia, kali ini kami akan membahas masakan legendaris. Masakan tersebut adalah botok ikan yang lezat dan sehat.

Usut punya usut, ternyata pada masa lalu khususnya ketika masa kemonarkian (kerajaan, kesultanan), botok merupakan makanan khusus yang disediakan bagi raja beserta keluarga besarnya. Konon, botok juga termasuk dalam kategori rajamangsa sebagai makanan wajib di setiap upacara kerajaan.

Salah satu warung di kawasan pasar Megaluh menyajikan menu berbagai botok dengan menggunakan iwak kali (ikan sungai). Berbekal menu andalan botok ikan jendil, warung sederhana ini tidak pernah sepi diburu pembeli. Ikan asli Sungai Brantas yang mempunyai ciri berwarna putih hijau dan kulit berlendir dipercaya mempunyai kandungan protein tinggi.

Dagingnya yang empuk, kulit berlendir, serta duri yang tidak terlalu banyak menjadikan ikan jendil dapat diolah menjadi beragam masakan andalan, seperti penyetan, asem-asem dan botok. Rasanya yang gurih dan lezat, sangat cocok untuk menu sarapan ataupun makan siang.

“Khusus botok jendil, bumbu yang dipakai untuk mengolah adalah kunir, merica, ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabai, daun salam, dan garam secukupnya. Bumbu-bumbu itu diaduk menjadi satu. Sebelum kemudian dibungkus daun pisang, jendil yang sudah diolah dicampur dulu dengan tomat segar. Setelah itu, botok jendil dikukus selama 20 menit,” kata pemilik warung yang lokasinya tepat di samping tugu pasar Megaluh tersebut.

Cara menikmati botok ikan jendil juga terbilang cukup sederhana. Hanya dengan ditemani nasi hangat tanpa menambahkan menu lain, botok ikan yang sejenis dengan ikan rengkik ini pun terasa sangat nikmat. Perpaduan antara rempah-rempah dan gurihnya daging ikan jendil beserta irisan tomat akan menggoyangkan lidah para penikmat disetiap kunyahannya.

Menu lain yang tidak kalah menarik membuat kami ingin menambah nasi adalah botok telur ikan. Secara keseluruhan bumbunya tidak berbeda dari botok ikan jendil. Rasanya pun tidak kalah lezat. Sensasi makan botok telur ikan akan memberikan cita rasa tersendiri bagi pecinta kuliner.

Tidak hanya menyuguhkan botok iwak kali saja. Bagi pembeli yang kurang suka dengan botok ikan, warung sederhana ini juga menawarkan berbagai jenis botok lainnya seperti tahu tempe dan jerohan ayam. Harganya pun cukup terjangkau. Dengan merogoh kocek 4 ribu rupiah hingga 7 ribu rupiah per bungkus, pembeli sudah dapat menikmati masakan khas dari tepi Sungai Brantas tersebut.

Kendati peminatnya banyak, tidak setiap saat botok jendil ada. Sebab, jika datang musim penghujan, ikan jendil menjadi langka. Lebih-lebih bila air Sungai Brantas meluap, ikan jendil seperti menghilang. Sebaliknya, jika kemarau dan air surut, boleh dibilang saat itulah musimnya ikan jendil. aditya eko

No comments

Powered by Blogger.