Ajang Unjuk Gigi Pemain Sepak Bola Muda


Gala Siswa Indonesia SMP Tingkat Nasional merupakan kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama sebagai wahana pengembangan Penguatan Pendidikan Karakter.

JOMBANG, MSP — Beberapa waktu lalu prestasi gemilang berhasil ditorehkan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 dengan menjuarai turnamen Jenesys 2018 di Jepang. Di luar dugaan saat babak final Tim Garuda Muda berhasil mengkandaskan perlawanan Timnas Vietnam secara dramatis selisih satu gol. Hal itu menunjukkan bahwa pemain muda sepak bola Indonesia tidak kalah jika dibanding negara Asia lainnya.

Akhirnya banyak turnamen yang diselenggarakan bertujuan untuk menjaring pemain muda berpotensi sebagai regenerasi Timnas Indonesia. Salah satunya berlangsungnya kompetisi Gala Siswa Indonesia tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat di seluruh Indonesia berkat kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang beserta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan, Jasmani, Olah raga, dan Kesehatan (PJOK).

Gala Siswa Indonesia SMP Tingkat Nasional sendiri merupakan kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama sebagai wahana pengembangan Penguatan Pendidikan Karakter. Cabang olahraga sepak bola putra yang ada pada Gala Siswa Indonesia SMP Tingkat Nasional secara tidak langsung mengajarkan kepada siswa mengenai integritas, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan religius.

Ketua Pelaksana Gala Siswa Kabupaten Jombang sekaligus guru PJOK SMP Negeri 1 Sumobito, H. Hutomo, S.Pd, M.MPd. mengungkapkan, “Adanya sebuah kompetisi nantinya akan sangat bermanfaat guna menggugah semangat peserta didik dalam berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang nonakademis serta menjadi satu tim terbaik di Kabupaten Jombang, yang nantinya akan bertarung di tingkat provinsi menghadapi lawan selanjutnya dari kota atau kabupaten lain.”

Informasi yang diterima oleh panitia pelaksana, membuat persiapan dilangsungkan secara singkat. Alhasil semula menggunakan sistem setengah kompetisi berubah menjadi sistem gugur. Walaupun baru dilangsungkan untuk pertama kalinya antusias peserta cukup banyak. Dari total 25 peserta penyisihan dilaksanakan selama tiga hari (12-14/3) di setiap kecamatan, akhirnya diperoleh 16 sekolah akan berlaga di tingkat kabupaten pada (26-28/3) di Stadion Merdeka Jombang.

Satu hari penyelenggaraan nantinya akan berlangsung sebanyak enam pertandingan, tiga di antaranya dimulai pagi hari dan sisanya di siang hari sampai sore. Setiap pertandingan memiliki durasi 2 kali 20 menit dengan waktu istirahat selama 10 menit. Semi final beserta babak final akan dilangsungkan tepat di hari Rabu (28/3).

Persiapan pertandingan tetap dilangsungkan secara serius. Mulai dari keberadaan seoarang wasit setiap pertandingan pun dipilih yang telah memiliki sertifikat khusus, agar sportifitas dalam pertandingan bisa tercipta. Sehingga semua pemain bisa menampilkan permainan atraktif sesuai kemampuan masing-masing serta kekompakan tim.

Sekolah yang mengikuti kompetisi langsung mendaftar secara online di portal resmi Kemendikbud dengan mengunduh berkas formulir, semua pemain terdaftar harus peserta didik aktif di sekolah tersebut. Tidak ada persyaratan khusus bagi calon peserta, cukup membayar biaya administrasi guna membiayai operasional selama kegiatan berlangsung dan menyiapkan jumlah pemain sesuai ketentuan. Dari seluruh data partisipan, Kecamatan Jombang keikutsertaan peserta menyumbang terbanyak yakni 6 tim.

“Turnamen Gala Siswa Indonesia perlu diadakan secara rutin setiap tahun, agar pemain muda terbaik dari Kabupaten Jombang bisa terus bermunculan. Akan tetapi dengan pemberitahuan yang cukup lama agar bisa melakukan persiapan dengan matang. Lebih baik lagi jika induk organisasi sepak bola dalam hal ini Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ikut terlibat mempersiapkan segala keperluan pertandingan, tujuannya pemain lokal Jombang bisa terseleksi masuk menjadi kandidat pemain Timnas,” imbuh Ketua MGMP PJOK Kabupaten Jombang, Redy Waluyo. fakhruddin