“Terpenting ialah anak sudah mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal yang mampu mendorong kepercayaan diri. Sehingga sejak dini anak sudah dilatih untuk berani bertindak, maka berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak saat tumbuh dewasa nanti.” - Kepala TK Mardi Rahayu GOW , Sukarmi, S.Pd. -

JOMBANG – Keberhasilan pembelajaran memang menjadi tanggungjawab utama seorang guru. Terlebih lagi guru sekarang ini bukan sebatas pekerjaan biasanya, melainkan sebuah profesi yang pada akhirnya menuntut keprofesionalan. Oleh karena itu, tuntutan untuk dapat mengikuti perkembangan dunia pendidikan menjadi hal utama. Guru dapat melakukan melalui sebuah lokakarya, pelatihan, maupun sebuah bentuk riset agar semakin terasah kompetensinya.

Apalagi di jenjang Tamak Kanak-kanak (TK), keberadaan guru sangat mempengaruhi masa depan belajar anak didik di tingkat selanjutnya. Selaiknya diakui oleh Kepala TK Mardi Rahayu Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Sukarmi S.Pd. bahwa di lembaga yang dipimpinnya tersebut, guru tidak sebatas pintar serta cerdas saja. Tetapi harus memiliki keprofesionalan baik saat mendampingi anak didik belajar sekaligus berganti peran sewajarnya orang tua di sekolah.

Manalagi anak didik di TK masihlah tergolong suka bermain. Praktis semakin mengharuskan guru lebih peka, kreatif, dan inovatif untuk membangun sebuah pembelajaran yang menyenangkan sekaligus efektif.




“Anak didik bila diajak belajar secara normatif jelas akan bosan, bahkan bisa tidak mau sekolah keesokan harinya. Dengan demikian, guru harus mampu mengemasnya lebih mengasyikan bagi anak didik sehingga membuat ketaghihan seraya merindukan kembali belajar di sekolah,” terang perempuan yang telah 33 mengabdi di dunia pendidikan tersebut. 

TK yang berada di Jalan Brigjen Katamso Nomor 10, Desa Pulo Lor, Jombang ini juga mengedepankan pendekatan secara persoanal. Baik melakukan komunikasi menyesuaikan perbendaharaan kata yang dimiliki anak didik hingga memberikan sebuah kesempatan besar dalam melakukan pelbagai kegiatan. Hal itu tidak lain untuk lebih mengenali potensi anak didik. Diketahui bahwa masa-masa itu anak didik sedang menupahkan keiinganannya tanpa berpikir panjang. Andaikan difokuskan atau dikontrol maka akan bermuara pada potensi yang dimiliki.

Menjadi wajar saja jika mulanya tidak bisa menjalankan dengan sempurna. Lantaran dibutuhkan penyesuaian atau adaptasi dengan cara-caranya sendiri.

Sukarmi menjelaskan, “Terpenting ialah anak sudah mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal yang mampu mendorong kepercayaan diri. Sehingga sejak dini anak sudah dilatih untuk berani bertindak, maka berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak saat tumbuh dewasa nanti.” chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya