“Memberdayakan para ibu yang hanya mengantar anak saja kemudian menggumam berbincang saja. Tetapi dialihkan ke tahapan kreativitas menghasilkan inovasi hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.” - Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Anshoriyyah Nglerep, Kwaron, Choirul Nikmah, S.PdI. -

DIWEK – Guna mendongkrak ekonomi kerakyatan di lingkungan wali anak didik, Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Anshoriyyah Nglerep, Kwaron, Choirul Nikmah, S.PdI. memberdayakan tenaga wali anak didik dengan berkreativitas. Produktivitas ini dikemas dengan pelatihan yang terjadwal diantaranya pelatihan pembuatan tas, pembuatan minuman dan kue.

“Gagasan pelatihan muncul sebab adanya dorongan akan kebutuhan sebuah perkembangan dan perubahan secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Terutama sasaran utama ialah para ibu wali anak didik yang usai mengantar sekolah buah hatinya hanya duduk dan tak melakukan kegiatan produktif,” ungkap perempuan berhijab tersebut.

Menurutnya, panggilan hati untuk menjawab tuntutan dari lingkungan sekitar yang notabene ialah masyarakat dengan tingkat ekonomi B, serta memberdayakan para ibu yang hanya mengantar anak saja kemudian menggumam berbincang saja. Tetapi dialihkan ke tahapan kreativitas menghasilkan inovasi hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah. Sehingga mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat.

Baca Juga : Dusun Kebon Melati, Kecamatan Jogoroto Nama Berubah Akibat Tukang Jahit

Perempuan yang baru saja menjabat Kepala TK Anshoriyyah Nglerep, Kwaron ini mengutarakan, “Terdapat sinergitas antara kebutuhan dan pemanfaatan. Jika sekolah sedang memiliki acara, tak perlu jauh untuk memesan makanan seperti kue basah. Sehingga dari laba yang diperoleh, mampu mensejahterakan ekonomi keluarga.”


Disisi lain, wali anak didik juga dilatih untuk mempola sebuah kemasan yang menarik konsumen. Sehingga semakin percaya diri ketika mengikuti pameran produk olahan rumah industri di lingkungan pasar Gus Dur.

“Pelatihan kewirausahaan bagi wali anak didik memang tak secara langsung terlihat hasilnya. Perlu secara bertahap menekuni setiap prosesnya dan dikembangkan. Selanjutnya mengarah kepada pengaturan manajemen. Mencari peluang dan mengamatan tentang seberapa pentingnya pengelolaan manajemen. Tak harus langsung menjadi pelaksana di lapangan, bisa saja menjadi manajemen tata kelolanya yang mengkonsep dan pihak lain yang melaksanakan,” ungkap Choirul Nikmah.

Harapannya, gebrakan seorang kepala TK untuk mengadakan pelatihan kewirausahaan ini sebagai gerbang menuju kesejahteraan bersama khususnya wali anak didik di lingkungan Nglerep, Kwaron. Sehingga tujuan menggali potensi dan meningkatkan ekonomi keluarga mampu teralisasi secara alami dan tanpa adanya keterpaksaan untuk melakukannya. chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya