Workshop Pembuatan Media Belajar untuk ABK Merdeka Berkreativitas


MOJOAGUNG – Pendidikan milik semua masyarakat tanpa terkecuali. Guna mendukung secara aktif inklusivitas bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bestari bekerjasama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Mojowarno menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi pendidik dalam menciptakan media pembelajaran untuk ABK, Sabtu (14/2).

“Sejalan dengan hal itu dukungan positif datang dari narasumber utama yakni Dr. (cand) Vendyah Trisnaningtyas, S.Pd., M.Pd. yang memiliki pengalaman mendidik ABK. Bahkan sejak 2004 media pembelajaran yang diciptakan dan dipublikasikan tersebut, Vendyah Trisnaningtyas begitu merasakan kemajuan pembelajaran di kelas inklusi yang ditangani dengan efektif, menyenangkan dan interaktif ,” terang Founder PKBM Bestari, Astatik, S.Ag.

Baca Juga: SD Katolik Wijana Belajar Teknologi

Vendyah Trisnaningtyas menjelaskan, saat ini guru membutuhkan variasi media pembelajaran untuk mendukung prosesnya di kelas. Mengajar anak didik tanpa gangguan dituntut untuk kreatif, apalagi menghadapi anak didik dengan kebutuhan khusus. Media Multifunctional Carton Box for Education (MCBE) yang dikampanyekan ini, membantu anak didik belajar sesuai dengan kebutuhannya. Pada materi pembelajaran, tak hanya mengajar tetapi mendidik karakter. Ketika diberikan dan dihadapkan pada media sebagai alat dalam proses pembelajaran, anak didik pada kelas inklusi akan lebih dipermudah.

“Harapannya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengenali terlebih dahulu gangguan atau permasalahan anak didik berkebutuhan khusus. Kemudian cara menangani, dengan memahami pula strategi pembelajarannya yang akan diberikan. Barulah media pembelajaran tersebut menjadi pendukungnya. Sebab ABK cenderung mengarahkan pembelajaran yang bersifat pada kemandirian, keberanian, sosialisasi, komunikasi, dan perilaku. Contoh saja pada komunikasi ketika pembelajaran, tentang bahasa. Maksudnya apakah anak didik tersebut paham pada instruksi yang diberikan dan kemudian timbul untuk merespon,” ungkap Vendyah saat ditemui di PKBM Bestari.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.