GUDO – Menggali potensi peserta didik, tidak hanya melalui kemampuan akademis. Bakat lain di bidang non-akademis pun dapat dikembangkan sehingga meraih prestasi membanggakan. Tidak hanya bagi peserta didik, tentunya juga untuk lembaga pendidikan. Hal itu yang disadari oleh SDN Gempol Legundi, Kecamatan Gudo. Sekolah ini yang mengasah kemampuan peserta didik di bidang olahraga.

Terbagi dalam 12 Rombongan Belajar (Rombel), sekolah yang berada di pinggiran Kota Santri ini pada tahun pelajaran 2019/2020 memiliki sekitar 251 peserta didik. Meningkatnya jumlah peserta didik tersebut tidak lepas adanya marger (penggabungan) sekolah yang masih berada satu halaman. Walaupun demikian, menurut Kepala SDN Gepol Legundi, Suprawoto, S.Pd. tidak memandang sebelah mata potensi peserta didiknya khususnya di cabang olahraga bola voli.

Suprawanto menjelaskan, “Dipilihnya voli sebagai cabang olahraga unggulan bukan tanpa alasan. Murid-murid sudah terbiasa memainkannya. Sudah begitu, tidak membutuhkan perlengkapan rumit.”

Guru Olahraga SDN Gempol Legundi, Heny Pujianto, S.Pd menyatakan, banyaknya jumlah peserta didik, memudahkan penjaringan murid yang memiliki bakat potensial di bidang olahraga. Tidak hanya untuk bola voli, tetapi juga untuk cabang olahraga yang lain seperti atletik, bulu tangkis, sepak takraw, hingga renang.

Baca Juga: Kuliah Praktis di Kampus Desa

“Penjaringannya biasanya dilakukan saat pelajaran olahraga. Saya lihat mana anak-anak yang memiliki potensi dan sekiranya bisa dikembangkan,” jelas Heny Pujianto.

Heny Pujianto menambahkan, biasanya mulai mempertimbangkan dan melihat potensi olahraga anak didik sejak kelas III. Menurutnya, peserta didik kelas III sudah cukup ideal untuk mulai dibina dan dipersiapkan mengikuti pertandingan.

“Biasanya saat kelas IV sudah dicoba untuk diikutkan pertandingan. Kadang juga diberikan target juara hingga bisa mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten. Namun jika tidak tercapai, kami tidak pernah menghukum atau sejenisnya. Kami biarkan itu menjadi pengalaman,” ujar Heny Pujianto.

Pria 51 tahun ini menyadari bahwa keterbatasan sarana dan waktu dalam pembinaan peserta didiknya, seringkali membuat hasil kejuaraan yang diikuti tidak maksimal. “Biasanya kalah bersaing dengan peserta didik yang bergabung dengan klub. Di klub, latihannya bisa intensif dan terjadwal. Sementara peserta didik di sini latihannya hanya setiap jam istirahat. Makanya untuk net voli tidak pernah dilepas, karena begitu istirahat anak-anak bisa langsung main. Untuk yang atletik mengikuti di sisi lapangan yang lain,” tambah Heny Pujianto.

Namun Heny Pujianto optimis peserta didiknya bisa berkembang dan berprestasi. Meski nanti keberhasilannya tidak didapatkan saat di jenjang SD, bapak dua anak ini tetap akan bangga karena telah turut menemukan dan membina calon atlet sukses.

Meski keunggulannya di bidang olahraga, SDN Gempol Legundi juga memiliki ekstrakurikuler lain seperti Pramuka, drumben, samroh, dan banjari yang bisa diikuti oleh peserta didik guna pengembangan diri. Kegiatan keagaaman seperti pembacaan istigasah, yasin, dan tahlil juga rutin dilakukan untuk membentengi peserta didik dari perilaku-perilaku negatif.

Reporter: Fitrotul Aini
Sebelumnya Berikutnya