Didi Kempot Legenda Tak Menyadari Kelegendaannya


Kehadiran Didi Kempot di tengah era milenial melalui karyanya merupakan peristiwa yang luar biasa. Walaupun lagu-lagu yang dinyanyikan Berbahasa Jawa, tak menjadi soal karena nyatanya bisa diterima oleh semua kalangan negeri ini. Bahkan melihat fenomena ini, tak salah kalau dikatakan kedudukan Bahasa Jawa dengan Bahasa Indonesia sama.

Menyimak pengakuan Penyiar Hard Rock Radio dan interprenership, Gofar Hilman dalam akun YouTube-nya yang berjudul Rest In Peace Didi Kempot mengatakan bahwa sebenarnya pakde, sapaan akrab Didi Kempot merupakan seorang legenda penyanyi Campursari. Layak disandingkan serupa legenda lainnya macam Gesang, Waljinah, maupun Manthous. Anehnya pakde sapaan akrab Didi Kempot tidak menyadari hal itu.

Titik balik The Godfather of Broken Heart makin dikenal di belantika musik Indonesia adalah ketika Gofar Hilman mengadakan Ngobrol Bereng Musisi (Ngobam) off air pertamanya di Solo, Jawa Tengah pada pertengahan 2019 dengan mengundang Didi Kempot.

Baca Juga: SMA Negeri Bareng Kekuatan Kata-kata

Musisi Campursari yang berhasil menciptakan ratusan lagu itu justru merasa aneh, ungkap Gofar Hilman. Mengapa mau mengajak dirinya yang menganggap hanyalah artis desa dan rela merogoh kocek sendiri untuk menyelenggarakan di sini? Betapa kagetnya mengetahui pertanyaan putra dari Seniman Ketoprak, Ranto Edi Gudel tersebut. Seakan dirinya tidak merasa dirinya sebagai seorang legenda yang sudah menciptakan banyak hits selama tiga dekade terakhir berkarir. Macam Perahu Layar, Stasiun Balapan, Perawan Kalimantan, Kuncung, Terminal Tirtonadi, Tanjung Mas Ninggal Janji, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Padahal dari tahun 1990-an Didi Kempot sudah menjadi salah satu maestro yang cukup dikagumi di Suriname. Bahkan Presiden Suriname tak segan memberikan penghargaan khusus untuknya atas dedikasi yang luar biasa. Tiap kali penampilannya selalu dirindukan serta dielukan.

Gofar Hilman menuturkan keinginan besarnya mengundang Didi Kempot tak lain karena merasakan gejala generasi muda utamanya para mahasiswa biarpun mencintai musik beraliran rock, reggae, pop, bahkan K-Pop kalau dilanda patah hati pasti menyanyikan lagu musisi yang kerap mengenakan blangkon lengkap dengan baju adat Jawa dalam setiap penampilannya itu. Walaupun demikian uniknya masih bisa dijogeti dengan riang karena asyik di telinga.

Terbukti saat Ngobam berlangsung, adik dari pelawak Srimulat Mamiek Prakoso ini berhasil menghanyutkan penonton di sana yang mencapai ribuan. Hingga meluber ke pelbagai bibir jalan dan turut mendendangkan hingga meneteskan air mata histeris. Hal ini pun mengagetkan Gofar Hilman yang dalam rencananya hanya menargetkan penonton tak lebih dari 100 orang. Semakin takjub bahwa penonton malah didominasi para kaum muda Solo dan sekitarnya.

Akhirnya pun menjadi trending pertama di Twitter obrolan idola Sobat Ambyar, Sad Boys, dan Sad Girls. Pada suatu kesempatan saat Gofar Hilman bertemu dengan Didi Kempot di salah satu stasiun swasta, bapak patah hati ini mengucapkan terimakasih sebesarnya pada lelaki berkacamata itu. Lantaran usai Ngobam kebanjiran undangan pentas dan mengakui kalau biasanya hanya memperoleh 25 juta rupiah sekali tampil kini bisa mencapai Rp 200 juta.

Gofar Hilman di akhir pun mengakui bahwa sosok Didi Kempot memang sangat bersahaja, rendah hati, dan selalu mensyukuri atas segala yang diperolehnya. Bahkan sangat ringan tangan dalam membantu, termasuk saat penggalangan dana mengatasi Korona. Lebih kurang mencapai 8 miliar rupiah lebih hanya dalam beberapa waktu saja. Membuktikan sangat lekat di hati pecintanya.

Sekarang sudah berpulang ke pangkuan yang Maha Kuasa pada Selasa (5/5).

Karyamu akan selalu abadi pakde, tenang di sisi-Nya.

Reporter/Foto: Rahmat Sularso Nh./Istimewa
Powered by Blogger.