JOMBANG – Berwirausaha kerap kali di mulai dari kegemaran atau hobi. Selain telah memahami betul seluk beluknya, tentu sudah memetakan pangsa pasarnya. Hal itu seperti yang dilakukan Katon Dermawan saat memilih menggeluti bisnis perlengkapan berkendara motor yang aman.

Perlengakapan keamanan saat berkendara motor dari kepala hingga kaki tersedia di gerainya yang berada di Jalan dr. Soetomo Jombang, persis di depan Rumah Sakit Muhammadiyah. Akibat menggemari dunia otomotif, akhirnya menjalar sebagai jalan bisnisnya.

“Mulai berbisnis di bidang ini sekitar tahun 2012, hingga kini sudah terhitung delapan tahun berjalan. Pasang surut dalam menjalankannya sudah dianggap sebagai asam garam,” ungkap lelaki berkacamata ini.

Baca Juga: SDN Tanjungwadung Kabuh Menyimpan Kisah Perjuangan Pendidikan


Kalau di Jombang memang belum banyak yang berbisnis di wilayah ini, sehingga menjadi salah satu nilai plus karena tidak terlalu ketat persaingan. Namun demikian ia menyadari bahwa pengetahuan soal kemanan berkendara masih sangat minim. Jadi, besar konsumennya merupakan juga pecinta motor.



Oleh karena itu, berkomunitas adalah salah satu kunci sukses dalam bisnis ini. Kalau hanya mengandalkan model pemasaran seperti biasa, tak lama pasti gulung tikar. Selain butuh waktu dalam pengenalannya, perlengkapan keamanan berkendara motor memang jarang diburu. Saat ini yang masih dianggap penting hanyalah helm. Padahal kalau tahu beberapa potensi yang ditimbulkan karena kelalaian dalam berkendara sangatlah vital. Untuk itu penting mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi sekarang ini pertumbuhan penjualan motor sangatlah pesat dengan pelbagai kemudahan yang didapatkan.

Katon Dermawan menjelaskan, “Saat berkomunitas dengan sendirinya dari jaringan yang sudah terbangun akan lebih mudah dikenal. Selain itu sesama penghobi yang sama jelasnya memperhatikan trend sekarang ini. Dengan kata lain, membantu memetakan peluangnya dan saya menyediakan.

Laki-laki yang pernah mengenyam pendidikan STIE PGRI Dewantara Jombang ini juga tak risih bila banyak pertanyaan yang muncul baik saat bertemu atau melalui telpon genggamnya. Di situ merupakan pintu awal juga dalam mengedukasi keamanan berkendara sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini
Sebelumnya Berikutnya