JOMBANG – Dampak korana terhadap pasien yang positif maupun dalam tahap pengawasan dan harus melakukan isolasi sangat luar biasa. Selain dari sisi ekonomi pasti lesu, stigma yang diberikan kepadanya juga menimbulkan trauma tersendiri. Kondisi itu tentu melemahkan pasien untuk kembali pada kehidupan sosialnya.

Hal itu diamini oleh dr. Antina Nevi Hidayati, Sp.Kj. Menurutnya, tidak hanya soal medis yang harus ditangani. Namun psikologi pasien pun wajib tergarap dengan baik. Sehingga ketika kembali ke lingkungan tempat tinggal dan pekerjaannya mereka bisa lebih percaya diri.

“Diketahui bersama pemberitaan yang santer tentang Korona sekarang ini harus dicerna dengan jernih. Jangan sampai memberikan umpan balik negatif, seperti munculnya stigma terhadap pasien korona,” terang Antina Nevi Hidayati.

Baca Juga: PPDB 2020 Rawan Manipulasi Dokumen

Pernyataan senda juga dilontarkan Psikolog Jombang, Supriman Kuswinarno, S.Psi. Dia berpandangan, para pasien harus diberikan terapi trauma healing agar pulih dengan utuh. Artinya tidak sekedar jasmaninya saja, melainkan rohani serta jiwanya pun kembali pada keadaan sebelum terinfeksi.

Supirman Kuswinarno mengatakan, “Tak ubahnya pasien pasca bencana alam. Mereka harus ditumbuhkan kepercayaan dirinya dari dalam dan luar. Termasuk keberadaan masyarakat di sekitarnya sangat memberikan kontribusi besar mencapai keberhasilan terapi trauma healing.”

Sementara Psikolog Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, CH. Widayanti, S.Psi., M.Si., M.Psi tidak menyalahkan masyarakat sepenuhnya. Selain dampak yang ditimbulkan hampir dirasakan langsung, informasi yang tersebar cukup banyak sehingga simpulannya pun beragam. Kemungkinan baik dan sebaliknya pun ada, tetapi terpenting pasien selanjutnya bisa membuktikan ke masyarakat bahwa dirinya sudah sembuh sepenuhnya.

“Mulai berperilaku hidup sehat sesuai dengan protokol kesehatan dari pemerintah. Menambah wawasan soal Korona, sehingga ketika ada yang menjastifikasi keliru, lantas segera diluruskan dengan bijak,” terang CH. Widayanti.

Supriman Kuswinarno menambahkan, apresiasi dari masyarakat dimana pasien tinggal bisa memberikan kekuatan tersendiri bagi pasien. Di Jombang pun seharusnya demikian, sebelum pasien kembali ke rumahnya, masyarakat setempat sudah diberikan pemahaman. Mereka harus menyambut dengan baik serta terus memberikan motivasi. Sehingga menjadi energi yang mendorong kesembuhan sepenuhnya.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini/Istimewa
Sebelumnya Berikutnya