NGUSIKAN ­– Pandemi virus Covid-19 (Korona) juga berdampak pada sektor pendidikan di Jombang. Namun demikian, bukan berarti denyut nadi pendidikan harus berhenti. Caranya, ranah pendidikan harus menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan.

Kondisi ini memantik SMP Negeri Ngusikan terus bergerak melahirkan inovasi. Harapannya tentu agar pembelajaran terus berlangsung sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter positif yang telah disemai oleh para pendahulu. Salah satunya melalui keragaman seni dan budaya.

Kepala SMP Negeri Ngusikan, H. Sugeng Hariyanto, S.Pd., M.Pd mengatakan, kekayaan seni dan budaya di Kota Santri sangatlah banyak. Semisal ludruk, kesenian asli Jombang yang telah banyak dikenal di luar daerah. Hal itu bisa menjadi barometer dalam pembelajaran. Selain dikenalkan kepada peserta didik juga melanjutkan khasanah seni budaya yang adiluhung.

“Selain minat peserta didik banyak di bidang kesenian, di sini juga terdapat kelompok ludruk yang cukup populer sehingga bisa menjadi semangat untuk mengembangkannya,” terang Sugeng Hariyanto.

Aktivitas pendidikan harus tetap berlanjut. Meskipun sekarang ini pembelajaran dilakukan di rumah, bukan berarti belajar lantar terbatasi. Sebaliknya serangkaian inovasi yang dihadirkan semakin memudahkan pembelajaran dilangsungkan tanpa harus bertatap muka. Peserta didik tetap dapat mengikuti pembelajaran serta mencapai target yang telah disusun dalam rencana pembelajaran.

Walaupun sekarang ini tertunda sesaat karena pandemi Korona, pembagian tugas kepada guru yang didapuk dan sosialisasi ke wali peserta didik telah disampaikan. Sehingga nanti ketika masuk normal kembali semua sudah siap. Sehingga bisa segera dilaksanakan dan menjadikan ludruk sebagai ikon baru di SMP Negeri Ngusikan.

Bersiap Pembelajaran dari Rumah

Memasuki tahun pelajaran 2020/2021, sekolah yang berada di wilayah Utara Sungai Brantas ini sudah merencanakan pembelajaran jarak jauh atau in house training. Sesuai dengan edaran yang dirterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, bakal disesuaikan untuk merancang strategi pembelajaran yang tepat.

Baca Juga: TK Negeri Wajib Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Diungkapkan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan SMP Negeri Ngusikan, Bekti Sulistyorini, S.Pd. kalau perencanaan pembelajaran disusun dengan terstruktur. Diharapkan walaupun belajar di rumah, peserta didik dapat mengikuti materi yang diajarkan.

“Jadwal pelajaran, menghitung, dan merencanakan kegiatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik. Sehingga guru mata pelajaran juga bisa menyesuaikan mekanisme pemberian materi sesuai dengan arahan yang telah diberikan sebelumnya,” terang Bekti Sulistyorini.

Terlebih lagi, sekarang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) telah menfasilitasi dengan penjelasan materi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi sekarang. Tinggal guru-guru di SMP Negeri Ngusikan terus didorong melahirkan serta mengembangkan media dan metode pembelajarannya. Selain sudah memahami kemampuan peserta didik sebagai muatan awal dalam menentukan cara jitu penyampaian pembelajaran yang pas.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini/Istimewa
Sebelumnya Berikutnya