JOMBANG – Nguri-uri budaya Jawa terus dilakukan di telatah Kebo Kicak. Meski di tengah pandemi, Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menyelenggarakan Pagelaran Wayang Virtual pada Sabtu (8/8) di Aula I Disdikbud Kabupaten Jombang. Acara tersebut sebagai bentuk perayaan sambut Hari Wayang Nasional yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada (7/11).

Kepala Seksi Sejarah dan Budaya Disdikbud Kabupaten Jombang, Anom Antono, S.Sn. mengungkapkan, “Pagelaran wayang secara virtual ini sebagai pembuka rangkaian acara menyambut Hari Wayang Nasional. Pelaksanaannya merupakan pengganti acara Sabtu Pahingan yang rutin terselenggara setiap bulannya.”

Anom Antono menambahkan, pilihan penampilan virtual tentunya tak mengurangi kualitas dari sajian pementasan wayang kulit tersebut. Pembedanya ialah hanya penonton yang menyaksikan menggunakan video yang ditampilkan secara langsung melalui akun media sosial Disdikbud Kabupaten Jombang. Selain itu, penyaji serta pengisi acara juga dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sajian acara yang dikemas dengan pembawaan tema Tradisi Ruwatan Sudamala, mampu mengingatkan untuk tak memprioritaskan kecemasan, justru mensyukuri kesehatan dan tetap waspada.

“Terdapat tantangan dalam menyajikan penampilan yang menarik dan mampu dinikmati. Penampilan yang dikatakan apik serta menghibur hanya mampu di nilai ketika berhadapan secara langsung dengan penonton di depan panggung. Di sana penonton secara langsung terlihat menikmati dan merasa terhibur, ataukah justru sebaliknya, tak hanya arahan dalam mengolah cerita, suara, serta ekspresi, tetapi butuh keseriusan menggarap lakon,” terang Anom Antono.

Pria yang juga berprofesi sebagai Pranata Adicara ini kemudian menjelaskan bahwa ada persiapan khusus dalam pementasan tersebut agar bisa menghibur semua kalangan. Bidang Kebudayaan berupaya menggandeng beberapa seniman yang konsen di bidangnya dengan kualitas prima. Selanjutnya dilakukan latihan bersama menjelang pementasan wayang kulit virtual.

Baca Juga: Kenali Aplikasi Pembelajaran Daring


“Kami merasa beruntung mampu mengembangkan kegiatan dengan teknologi. Sehingga penggiat seni juga menjadi terbaharui melalui inovasi dengan telentanya berkesenian. Tetap produktif dan tersalurkan keinginan membudayakan ke generasi muda,” sahut Anom Antono.

Ditambahkan oleh Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Kabupaten Jombang, Heru Cahyono, S.Sn. bahwa nantinya akan mengundang tamu dan juga dalang dari beberapa wilayah. Tentunya dengan gaya pembawaan cerita yang beragam antara Jawa Timur, Surakarta atau Solo.



“Cerita yang disajikan juga mengisahkan tentang bentuk ucapan syukur dan mengharap terhindar dari bahaya yang mengancam seperti saat kondisi pandemi ini. Kami menyepakati tema besar yang diangkat tentang Tradisi Ruwatan Sudamala. Berdasarkan artinya ruwatan tersebut dibagi menjadi dua suku kata yang dipisah, Suda dan Mala. Suda berarti berkurang dan Mala didefenisikan sebagai bahaya. Jika digabungkan menjadi berkurangnya bahaya untuk kehidupan manusia,” jelas Heru Cahyono.

Heru Cahyono merefleksikan bahwa beberapa kejadian yang dialami saat pandemi juga merupakan bahaya yang masih menjadi kewaspadaan. Sehingga dengan sajian acara yang dikemas dengan pembawaan tema Tradisi Ruwatan Sudamala, mampu mengingatkan untuk tak memprioritaskan kecemasan, justru mensyukuri kesehatan dan tetap waspada.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.

Sebelumnya Berikutnya