JOMBANG – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada kelompok usia 4-6 tahun yang setara dengan jenjang Taman Kanak-kanak melalui pendirian lembaga negeri di tiap kecamatan kembali dilanjutkan. Pada 2019, TK Negeri hadir di Kecamatan Tembelang dan Ngoro, sedangkan 2020 ini giliran Kecamatan Bareng dan Mojowarno.

Sistem pendirian lembaga TK pada tahun 2020 ini prosesnya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Dilaksanakan dengan pembangunan gedung baru, merehab gedung lama milik SD negeri yang ditinggalkan karena penggabungan, atau melakukan penegerian terhadap lembaga swasta dengan kesepakatan yayasan yang menaungi lembaga tersebut. Dalam arti, lembaga itu merelakan atau memberikan seluruh aset yang dimilikinya untuk dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda).


“Surat Keputusan (SK) penegerian lembaga sudah turun pada awal 2020. Sehingga pada ajaran 2020/2021 ini, TK Negeri Pembina Bareng dan Mojoagung sudah bisa membuka pendaftaran dan menerima peserta didik baru,” ungkap Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF), Disdikbud Kabupaten Jombang, Sutris Murjaka, S.Sos.


Untuk kedepannya banyak hal yang ingin dia perbaiki dan tambahkan. Seperti pembangunan gerbang sekolah, menambah ruangan, Alat Permainan Edukatif (APE) dalam dan luar, hingga tenaga pendidik.

Sementara untuk sarana prasarana, direncanakan pada September atau Oktober mendatang dua TK Negeri tersebut mendapat bantuan rehab gedung yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten. Sayangnya jumlah yang dialokasikan tidak sebanyak pada 2019.

Terbatasnya jumlah anggaran yang diberikan tersebut pada akhirnya sedikit mempengaruhi proses pengerjaan. Jika pada umumnya pengerjaan proyek pembangunan fisik menggunakan metode lelang, kali ini harus dilakukan melalui proses penunjukan langsung.

“Untuk saat ini proses persiapan yakni penggambaran desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari rekanan yang ditujuk sudah selesai dilaksanakan dan menunggu verifikasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jombang. Setelah diverifikasi dan dana yang dialokasikan disetujui, proses pembangunan fisik bisa dilakukan,” jelas Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP, Disdikbud Kabupaten Jombang, Agus Daryanto, S.Sos yang diminta bantuannya dalam proses pelaksanaan rehab TK Negeri.

Baca Juga: PGRI Jombang Berbagi Mengurangi Beban Akibat Pandemi


Agus Daryanto menambahkan, dengan anggaran yang terbatas, pelaksanaan rehab gedung untuk dua TK Negeri baru itu kemungkinan tidak bisa dilakukan seluruhnya. Harapannya, pelaksanaan pembangunan di tahun mendatang. Pendataan dan pengobservasian kebutuhan yang dibutuhkan oleh lembaga dilakukan terlebih dulu. Sehingga dalam penyusunan anggaran bisa disesuaikan pada kebutuhan serta prioritas yang ingin dicapai. Terlebih bagi TK Negeri yang harus memenuhi standar-standar tertentu yang telah ditetapkan.

Merintis dan Membangun Kualitas

Sementara itu dihubungi terpisah melalui sambungan telepon, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala TK Negeri Pembina Bareng, Sulianah, S.Psi mengaku telah menyiapkan beberapa program dan kegiatan untuk menjadikan lembaga yang dibinanya patut dijadikan percontohan. Meski tentu akan mengalami kendala, namun perempuan berhijab itu optimis bisa mewujudkan seperti yang telah diharapkan.

Mengusung visi Tak Ku Siakan Golden Age, TK Negeri Pembina Bareng ingin menciptakan anak didik yang unggul. Anak didik memiliki karakter, sosial emosional yang berkembang baik, mandiri, tidak cengeng, dan berani tampil. Untuk itu, dalam proses pembelajarannya salah satunya akan difokuskan pada pengembangan kreativitas anak sesuai karakternya.

Terkait sarana prasarana, Sulianah menambahkan untuk kedepannya banyak hal yang ingin dia perbaiki dan tambahkan. Seperti pembangunan gerbang sekolah, menambah ruangan, Alat Permainan Edukatif (APE) dalam dan luar, hingga tenaga pendidik.

“Bantuan dari pemerintah kemungkinan hanya untuk rehab kantor, semoga bisa dimaksimalkan. Kami juga masih ingin merehab dan menambah satu ruangan lagi. Hal itu dilakukan agar kami bisa menyediakan ruangan yang nyaman untuk anak didik belajar. Agar anak didik tidak merasa ada perbedaan ketika ada di rumah dan di sekolah. Aktivitas pembelajarannya pun terasa nyaman,” terang Sulianah.

Meski masih dalam masa transisi, pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021, TK Negeri ini berhasil mendapatkan 23 anak didik baru. Hal tersebut menjadi penyemangat untuk bisa menciptakan kualitas lembaga yang baik dan sesuai standar.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini/Istimewa

Sebelumnya Berikutnya