MOJOAGUNG – Pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan modern dampaknya sangat dirasakan oleh pedagang tradisonal. Oleh karena itu inovasi penataan pasar yang lebih baik dengan mengelompokkan jenis dagangannya diharapkan mampu menjadikan pasar tradisional menjadi bersih dan sehat. Sehingga pasar tradisional tersebut tidak lagi terlihat kumuh.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Bambang Nurwijayanto mengatakan, “Proses relokasi ini memindahkan kurang lebih 400 pedagang. Relokasi tersebut tak sekedar memindahkan lapak berjualan. Namu juga menata sedemikian rupa luasan tempat menjajakan barang dagangan dan memberikan jarak pedagang satu dengan yang lain kurang lebih 1,5 meter. Selain itu pembeli juga berjarak aman lantaran terbatas pada tempat lapak.”

Bambang Nurwijayanto menambahkan realisasi ini disambut antusias oleh para pedagang Pasar Mojoagung. Meski di sisi lain sempat mengeluhkan adanya pelanggan yang tak berkunjung ke lapaknya lantaran belum mengetahui posisi berjualan yang baru. Namun lambat laun juga pelanggan akan menjadi terbiasa serta menyesuaian dan menjadi ramai.

Realisasi ini disambut antusias oleh para pedagang Pasar Mojoagung. Meski di sisi lain sempat mengeluhkan ada jumlah pelanggan yang tak berkunjung ke lapaknya lantaran belum mengetahui posisi berjualan yang baru.

“Proses penataan yang sudah berjalan selama dua minggu terakhir, juga memiliki beberapa pertimbangan tata lapak yang menjadi kebutuhan primer hingga kebutuhan sekunder masyarakat sejak dari samping pintu masuk pasar,” ungkap Bambang Nurwijayanto.

Bambang menambahkan bahwa relokasi yang dilakukan di pasar bagian belakang guna menata pedagang sayur, buah, ikan, daging, ayam, dan kebutuhan pendukung dapur lainnya. Terdapat maksud dan tujuan yang berlanjut, utamanya juga menjadi pasar sehat dengan mampu menjadi rujukan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan.

Baca Juga: Tips Membasmi Bau Sampah Dapur


Koordinator Pasar Mojoagung, Kholik menjabarkan, “Besar harapannya mulai menghadirkan pasar sehat dan higienis. Guna mewujudkan impian tersebut, tentu tak mungkin berupaya sendiri. Penting untuk menggandeng seluruh pedagang Pasar Mojoagung melalui pembiasaan yang sederhana yakni bersih diri sebelum berjualan. Apabila terwujud pasar sehat dan higienis, maka mampu menarik masyarakat dan menguatkan daya beli di pasar tradisional.”



Melalui sosialisasi yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang sejak awal Agustus, memberikan refleksi akan pentingnya memperhatikan peningkatan ekonomi di tengah pandemi dengan kreatif. Sehingga roda perekonomian para pedagang tetap berputar, juga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi saat pandemi.

“Sinergitas ini untuk menjaga tetap eksis roda perekonomian para pedagang. Gagasan yang solutif kerap membutuhkan penyesuaian. Besar harapan, segala penataan mampu meningkatkan kembali ekonomi pasar yang sempat berada pada titik rendah tersebut,” pungkas Bambang Nurwijayanto.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.

Sebelumnya Berikutnya