Peserta didik sementara belajar di musala. (Rabitha)


TEMBELANG – Doa dan harapan segenap keluarga besar SDN Mojokrapak I Tembelang untuk memiliki fasilitas belajar laik sesuai dengan standar kini mulai terjawab. Hal ini tentu menjadi sebuah angin segar yang harapannya dapat meningkatkan kenyamanan belajar para peserta didik.

Dengan dibangunnya fasilitas ruang belajar ini tentu menjadi berkah bagi seluruh keluarga besar satuan pendidikan.

SDN Mojokrapak I Tembelang, Imroatul Fatikhah, S.Pd. mengisahkan bahwa satuan pendidikan yang diampunya memang kekurangan dua ruang kelas yang laik untuk proses belajar mengajar. Selain itu juga belum memiliki fasilitas pendukung seperti ruang laboratorium komputer dan ruang guru.

Imroatul Fatikhah mengatakan bahwa, “Hingga puncaknya pada tahun 2022 kondisi diperparah dengan robohnya ruang perpustakaan, gudang dan rumah dinas yang ditempati oleh penjaga. Faktor kerusakannya tersebut terjadi lantaran kayu penyangga yang sudah lapuk termakan usia dan tidak pernah dilakukan perbaikan sama sekali. Kendati demikian bersyukur kejadian tersebut tak sampai memakan korban.”

Baca Juga: Makan Sambil Kerja Justru Banyak Minusnya

Pelbagai upaya telah dilakukan untuk segera mendapatkan bantuan, utamanya dari Dana Alikasi Khusus (DAK) lantaran apabila mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah tentu tak dapat mengatasinya, terang Imroatul Fatikhah. Selanjutnya untuk lolos dalam pendanaan DAK kuncinya adalah membuat proposal yang tepat dan terperinci dan penginputan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara lengkap dan terus diperbarui secara berkala. Tak ketinggalan ikhtiar dalam berdoa, seperti saat pembiasaan pembacaan asmaul husna dan Salat Duha setiap pagi.



Operator SDN Mojokrapak I Tembelang, Khoirul Ahmad Mauludin, S.Pd. merincikan bahwa pada tahun 2022 tersebut kepala satuan pendidikan bersama guru membuat laporan kejadian kerusakan kepada pengawas, Wilayah Kerja Pendidikan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Selanjutnya merumuskan lima proposal pengajuan yang sangat detail diperhatikan mulai dari ketarangan kerusakan dari ahli, fungsi ruang hingga foto.


Imroatul Fatikhah, S.Pd. (Rabitha)

“Tak kalah pentingnya yakni membenahi Dapodik dari keterangan kondisi bangunan rusak ringan menjadi rusak berat yang kemudian juga diperbaruhi data pendukung. Diantaranya jumlah guru, peserta didik, potensi satuan pendidikan dan lainnya. Hingga pada akhir 2022, mendapat kabar gembira bahwa lima proposal tersebut semuanya lolos hingga mendapatkan bantuan rehabilitasi, yakni ruang kelas V dan VI, perpustakaan, ruang guru dan laboratorium komputer,” terang Khoirul Ahmad Mauludin.

Imroatul Fatikhah saat menunjukkan gedung yang sedang dibangun. (Rabitha)

Guru Kelas VI SDN Mojokrapak I Tembelang, Alfi Hidayati, S.Pd.SD mengungkapkan bahwa dengan dibangunnya fasilitas ruang belajar ini tentu menjadi berkah bagi seluruh keluarga besar satuan pendidikan. Sebab, selama bertahun-tahun menempati ruang belajar yang hampir rusak tentu membuat tidak nyaman dan meningkatkan kewaspadaan. Terlebih satuan pendidikan ini terletak tepat di pinggir jalan raya Kecamatan Tembelang yang seharusnya menjadi citra pendidikan dan lokasi yang strategis untuk dijadikan tempat perkumpulan.

Jajaran civitas akademika SDN Mojokrapak I Tembelang. (Ist)

Proses pembangunan juga terbilang cepat, dimulai Bulan Juni 2023 dan diperkirakan rampung pada November 2023, ujar Alfi Hidayati. Menariknya tak hanya guru dan peserta didik yang antusias dalam menunggu proses pembangunan selesai, melainkan para anggota paguyuban wali peserta didik yang secara rutin terjadwal dan swadaya memberikan makanan dan minuman kepada para pekerja bangunan.

Reporter/Foto: Rabitha Maha


Lebih baru Lebih lama