Bisnis Menggiurkan Seragam Drumben


Usaha membuat seragam drumben ini dimulainya sejak tahun 2014 silam dengan berbekal keahliannya dalam bidang menjahit. Menurut ibu dua anak tersebut keahlian menjahitnya sudah ia kuasai sejak dirinya masih duduk dibangku sekolah dasar dahulu.

MOJOWARNO – Marching Band atau sering juga disebut drumben merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa orang, yang memainkan instrumen musik dengan menggunakan alat musik secara bersamaan, kebanyakaan yang dipakai adalah jenis perkusi. Apalagi dalam perkembangannya kini, drumben sebagai komoditi menjanjikan bagi lembaga pendidikan untuk menarik minat peserta didik atau mahasiswa baru. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila banyak yang menjadikan sebagai ekstrakulikuler.

Melihat animo yang besar itulah, dipandang sebagai peluang bisnis oleh Sri Rahayu dan suaminya, Yulius dengan menawarkan jasa pembuatan seragam drumben. Diakui warga Desa Penggaron, Mojowarno ini yang memiliki keahlian mengkreasikan bahan, warna dan aksesoris ini bahwa identik seragam drumben harus memilih warna yang tajam serta meriah agar menarik perhatian penonton.

“Awal membuka usaha ini karena dahulu sewaktu saya mencari seragam drumben untuk anak-anak (peserta didik) ternyata harganya cukup mahal. Selain itu banyak juga yang rela sewa karena harganya yang tinggi. Akhirnya saya berinisiatif untuk membuatnya dan merancang sendiri,” kata Sri Rahayu yang juga merupakan Kepala SDN Tebel 1 Bareng tersebut.

Usaha membuat seragam drumben ini dimulainya sejak tahun 2014 silam dengan berbekal keahliannya dalam bidang menjahit. Menurut ibu dua anak tersebut keahlian menjahitnya sudah ia kuasai sejak dirinya masih duduk dibangku sekolah dasar dahulu. Kegemarannya menjahit inilah yang menjadi modal dirinya untuk melangkah meraih untung dari usaha yang ia tekuni kali ini.

“Dalam pembuatan seragam ini kami menggunakan kain drill, satin, tesa dan aksesoris seperti bisban, pita, kancing atau bordir. Model seragam menyesuaikan keinginan pemesan dan terkadang kami juga menunjukkan model-model yang lagi trend saat ini,” ujar Sri Rahayu.

Selain itu, perempuan yang juga penah menjadi guru olahraga itu, menggunakan kombinasi warna, aksesoris dan juga modifikasi model seragam dalam menghasilkan seragam yang unik dan menarik. Sri Rahayu mampu membuat satu baju dengan beberapa model yang berbeda dengan tambahan aksesoris sehingga bisa digunakan untuk beberapa kali pementasan.

Namun kendala yang dirasakannya saat ini adalah masalah modal dan juga waktu. Pasalnya dengan jabatan sebagai kepala sekolah dirinya harus membagi waktu antara kesibukan di sekolah dan menekuni usahanya tersebut.

“Waktu menjadi kendala utama saat ini karena sang isteri pulangnya juga sudah siang dan usaha ini juga kami kerjakan berdua. Mulai dari memotong bahan, menjahit dan memasang aksesoris. Selain itu juga alat yang kami miliki masih sedikit. Kami hanya memiliki satu mesin jahit dan satu mesin obras,” keluh Yulius.

Pengerjaan satu set seragam drumben menurut Yulius memakan waktu sekitar tiga minggu. Namun jika hanya memesan seragam untuk mayoret dapat selesai dalam waktu satu minggu dan untuk seragam pasukannya sekitar dua minggu.

“Harganya bervariasi menyesuaikan ukuran, model dan variasinya. Untuk seragam pasukan kami hargai 180.000 rupiah sampai 200.000 rupiah itu mendapatkan topi, seragam dan celana. Kalau mayoret sekitar 750.000 rupiah hingga 800.000 rupiah keseluruhan beserta sepatunya,” jelas Yulius.

Sri Rahayu menambahkan bahwa harga seragamnya jauh lebih murah dari pada harga seragam di pasaran. Itu juga yang menjadikan beberapa seragam bikinannya laku di banyak sekolah. Tetapi dalam segi pemasarannya Sri Rahayu masih menggunakan sistem dari mulut ke mulut untuk promosinya.

“Saya belum pernah memasarkan hasil karya saya di sosial media. Hanya saya tawarkan kebeberapa guru dan teman-teman saja. Ya kalau ingin memesan langsung hubungi saya atau langsung datang kerumah,” ujar perempuan berkerudung tersebut.

Namun yang berbeda di usaha Sri Rahayu ini adalah tidak hanya melayani seragam berbahan kain saja, tetapi juga melayani membuat seragam dengan menggunakan bahan dasar plastik atau daur ulang yang ramah lingkungan. aditya eko

No comments

Powered by Blogger.