Hempas Penyakit Kulit


Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia dengan lapisan terluarnya yang dinamakan epidermis. Epidermis merupakan bagian yang berperan penting dalam melindungi kulit dari faktor-faktor perusak di luar tubuh.

JOMBANG – Memiliki kulit indah dan sehat merupakan dambaan bagi semua orang. Maka menjadi hal yang sangat wajar, ketika munculnya perawatan dengan berbagai cara.

Namun keinginan memiliki kulit indah terdapat rintangan yang beragam. Satu diantaranya faktor lingkungan yang buruk hingga dapat merusak kesehatan kulit, selain itu tentu saja faktor alami yaitu pertambahan usia. Untuk itu penting sekali perlakuan sikap terhadap kulit dengan mengenali terlebih dahulu jenis maupun karakternya.

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia dengan lapisan terluarnya yang dinamakan epidermis. Epidermis merupakan bagian yang berperan penting dalam melindungi kulit dari faktor-faktor perusak di luar tubuh. Di balik epidermis terdapat lapisan dermis yang disebut juga sebagai lapisan tengah kulit.

Kasus yang penting untuk diperhatikan saat ini di Kabupaten Jombang ialah penyakit kulit scabies. Scabies atau yang lebih dikenal dengan sebutan kudis atau gudik, merupakan kondisi kulit gatal karena tungau (sekelompok hewan kecil bertungkai delapan) yang memiliki nama latin sarcoptes scabiei. Tungau setelah bereproduksi di atas permukaan kulit, masuk ke dalam kulit untuk bertelur dan hal ini yang menyebabkan kulit terasa gatal di area tersebut sebagai reaksi alergi. Begitu juga pada malam hari akan lebih meningkat rasa gatalnya.




Ukuran tungau yang sangat kecil tersebut mampu berada di dalam kulit hingga dua bulan. Lebih lagi kondisi ini mudah sekali menular melalui kontak fisik secara langsung baik dalam keluarga, tempat bermain anak, kelas, panti jompo, penjara dan atau pondok pesantren. 

Pondok pesantren menduduki posisi 20% penderita scabies yang merupakan peserta didik yang tinggal di pondok. Kita ketahui bahwa kehidupan di pondok pesantren memiliki ikatan keluarga yang baik. Hingga menjadi sebuah hal yang biasa ketika saling meminjam barang ataupun baju.Selain itu kita melihat lingkungan pondok terkait tempat istirahat serta sanitasi yang belum mencapai standar sesuai dengan kapasitas penghuni pondok menjadi pendukung utama virus cepat menyebar.

Bahkan hampir setiap hari di klinik atau bahkan di RSUD Jombang menerima pasien dengan kasus scabies dalam berbagai tingkat keluhan.Oleh karenanya secara langsung pihak pondok pesantren sudah mulai memperhatikan masalah ini dengan mengundang untuk melakukan sosialisasi terkait kesehatan kulit.

Perubahan perilaku menjadi salah satu fokus utama dengan pemahaman bahwa obat bukan satu-satunya jalan untuk menangani sakit. Melainkan antisipasi awal dengan kebiasaan hidup sehat.

Sementara untuk pemutus rantai persebaran yakni dengan merendam dalam air mendidih selama lebih kurang satu jam benda-benda yang sering digunakan bersamaan seperti baju, sprai, karpet. Selain itu jemur juga kasur, bantal serta guling selama siang hari saat matahari sedang panas-panasnya karena tungau bakal mati dalam suhu panas sehingga dapat memutus tali perkembangbiakan. chicilia risca

No comments

Powered by Blogger.