KB Cahaya Asri Gudo Bentuk Karakter Menggandeng Orangtua


Pengelola KB Cahaya Asri, Ririn Wahyuti, S.Pd. AUD. mengatakan bahwa perkembangan karakter menjadi isu penting di tengah carut marutnya berbagai pelanggaran hampir di semua lapisan masyarakat. Perlu dirintis upaya pembentukan karakter sejak sedini mungkin.

GUDO – Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting bagi perkembangan tumbuh kembangnya. Diakui atau tidak dalam proses pembelajaran PAUD sangat memperhatikan kebutuhan anak sesuai tahap perkembangannya. Praktis kedepan keunggulannya mampu dioptimalkan dengan metode yang tepat.

Hal tersebut yang mendasari terbentuknya Kelompok Bermain (KB) Cahaya Asri yang terletak di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo. Berdiri sejak tahun 2005, lembaga yang berfokus pada perkembangan karakter anak didiknya ini menuai perhatian lebih di masyarakat sekitar. Pasalnya, setiap penerimaan anak didik baru selalu mengalami peningkatan.

Baca Juga : SMA Negeri Plandaan Bentuk Karakter dengan 6 S

Pengelola KB Cahaya Asri, Ririn Wahyuti, S.Pd. AUD. mengatakan bahwa perkembangan karakter menjadi isu penting di tengah carut marutnya berbagai pelanggaran hampir di semua lapisan masyarakat. Perlu dirintis upaya pembentukan karakter sejak sedini mungkin. Pembentukan karakter dimulai oleh orangtua dalam lingkungan keluarga, dilanjutkan upaya para guru saat anak tersebut sudah masuk satuan pengasuhan anak usia dini seperti di KB.




“Pembentukan karakter sejak dini sangat penting agar kelak setelah anak dewasa, karakter yang dia miliki benar-benar kuat terinternalisasi dalam dirinya. Tidak sebatas pengetahuan dan pemahaman saja,” tegas Ririn Wahyuti.

Dalam pembelajaran pembentukan karakter, lanjut Ririn Wahyuni, pihaknya menerapkan beberapa hal sederhana. Diantaranya ialah senam, berbaris setiap akan masuk kelas, berdoa sebelum kegiatan pembelajaran, memberi salam, senyum, dan sapaan kepada setiap orang di sekolah. Selain itu membersihkan lingkungan sekolah, mencuci tangan, menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan, membereskan mainannya sendiri juga selalu diperhatikan para guru.

Pembudayaan karakter ini juga harus didukung orang tua anak. Orangtua memberikan contoh-contoh penerapan perilaku sopan santun di depan anak. Contoh merupakan alat pendidikan yang sekaligus dapat memberikan pengetahuan pada anak tentang makna dan implementasi dari sikap dan perilaku baik.



“Satu bulan sekali orangtua mereka biasanya kami ajak bertemu. Banyak hal kita bahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya evaluasi bagi buah hati mereka, mengajak orangtua agar peduli terhadap pendidikan anaknya, dan selalu memberikan teladan yang baik,” ujar pengelola lembaga yang sudah terakreditasi B itu.

Ririn Wahyuti meyakini bahwa anak pasti menyontoh perilaku orangtua atau gurunya. Karakter merupakan proses panjang yang dapat dimulai dari anak usia dini. Pembentukan menjadi anak yang memiliki sikap dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah, di rumah, dan di lingkungan tempat tinggal dapat ditanamkan melalui proses pembudayaan.



Di lembaga yang mempunyai 31 anak didik ini memperbolehkan orangtua untuk menjaga. Ririn Wahyuti mengungkapkan jika para orangtua juga memiliki perkumpulan sendiri. Kebanyakan dari mereka adalah ibu rumah tangga. Biasanya setelah menyelesaikan pekerjaan rumah para orangtua berkumpul di lembaganya hanya sekedar untuk bertukar pikiran.

“Karena di sini sentranya manik-manik. Terkadang ibu-ibu juga meronco manik-manik. Hasilnya juga bagus-bagus. Intinya di KB kami ini tidak hanya fokus terhadap anak didik saja, namun orangtua juga bisa bergabung di sini. Jadi orangtua bisa melihat perkembangan anaknya,” tutup Ririn Wahyuti. aditya eko

Visi:

Membentuk insan sehat, cerdas, kreatif, mandiri, ceria, dan berakhlak mulia.

Misi:

- Memberikan pelayanan kesehatan pada anak usai dini.

- Membangun kerja sama dengan lingkup terkait dan masyarakat guna peningkatan dan pengoptimalan pendidikan anak usia dini.

- Memfasilitasi belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak.

- Memotivasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini.

Tujuan:

- Turut mewujudkan cita-cita bangsa dalam meningkatkan kwalitas pendidikan sesuai dengan UUD 1945.

- Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan yang lebih berkwalitas sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

- Memberikan pelayanan pendidikan yang mencakup semua aspek perkembangan anak.

- Turut membantu dalam pemberdayaan keterampilan msyarakat khusunya orangtua siswa.

No comments

Powered by Blogger.