KB Al Husna Mojokrapak Belajar dengan Bahasa Ibu


“Pembelajaran ini melekatkan diri anak didik yang erat kaitannya dengan lingkungan rumah. Lingkungan rumah yang terbiasa menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa interaksi sosialnya juga perlu diterapkan dalam pembelajaran.” - Ketua Yayasan Pendidikan Al Husna, Budi Sanjaya, S.Pd., M.PdI.-

TEMBELANG – Jalinan hubungan yang baik dengan anak didik akan menjadi kunci kesuksesan dalam pembelajaran. Seperti diketahui bahwa pembelajaran bisa berjalan dengan baik apabila tumbuh kepercayaan anatara anak didik dan guru. Dengan demikian pendekatan yang tepat harus dilakukan agar anak didik merasa asing terhadap gurunya sendiri.

Ketika berkunjung ke Kelompok Bermain (KB) Al Husna terlihat suasana keakraban tersebut. Sebagai awal pembuka pembelajaran, dilaksanakan pembiasaan baris di halaman sekolah. Disana, anak didik dan juga para guru melaksanakan baris bersama dengan menyanyi dan menari diiringi musik dari pengeras suara.

Namun menjadi hal tak biasa dan asing ketika mendengar lagu ketiga. Semua guru dan anak didik menyanyikan sebuah lagu dengan lirik Bahasa Jawa serta diekspresikan pula melalui gerakan tubuh. Kebanggaan dan senang, bahwa anak didik begitu luwesnya mengikuti segala lirik lagu dengan menggunakan bahasa ibu ini.


Baca Juga : Kelas Menulis Perpusda Mastrip Jombang Meledakan Ide

Ketua Yayasan Pendidikan Al Husna, Budi Sanjaya, S.Pd., M.PdI. mengatakan, “Penerapan ini sudah dilaksanakan sejak awal berdirinya lembaga KB Al Husna. Tahun 2011 awal berdiri di lokasi seberang yayasan saat ini, menyanyikan lagu ‘Pundak, lutut, dan kaki’ dengan lirik Bahasa Jawa sudah diterapkan. Anak didik sudah kami kenalkan dengan tiga bahasa dalam bernyanyi sebelum memulai pembelajaran. Diantaranya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan terakhir Bahasa Jawa.” 


Pria yang kerap disapa Kak Budi ini juga menambahkan, bahwa pembelajaran ini melekatkan diri anak didik yang erat kaitannya dengan lingkungan rumah. Lingkungan rumah yang terbiasa menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa interaksi sosialnya juga perlu diterapkan dalam pembelajaran. Sehingga generasi muda tak malu jika berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa.

Tak heran lembaga yang beralamat di Jalan Abdul Karim 13 Sugiwaras, Mojokrapak ini begitu cepatnya mendapat akreditasi B. Meski hanya memiliki sepuluh anak didik, fasilitas guna mendukung proses pembelajaran begitu inovatif dan menyenangkan. chicilia risca


Prestasi tahun akademik 2018/2019

1. Juara II mewarnai tingkat kecamatan

2. Juara II media kreatif tingkat kabupaten

3. Juara II kreasi tari guru tingkat kabupaten

4. Sepuluh besar lomba Alat Peraga Edukasi (APE) KB tingkat kabupaten

 
Visi:

Terwujudnya anak usia dini yang sehat, cerdas, ceria, berbudi pekerti luhur, beriman, bertakwa, serta memiliki kesiapan fisik maupun mental dalam memasuki jenjang pendidikan yang akan datang dan kehidupannya kelak

Misi:

1. Memberikan layanan pendidikan pada anak usia dini terutama bagi warga yang kurang mampu

2. Menanamkan nilai moral agama keimanan dan ketakwaan pada usia sedini mungkin kepada anak untuk bekal kehidupannya kelak

3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan yang Islami secara efektif, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki

4. Mendorong dan membantu anak-anak untuk mengenali diri sendiri dan lingkungannya, sehingga anak dapat memiliki sifat peduli dengan semuanya

5. Menumbuhkan dan mengembangkan kelompok bermain yang mandiri

No comments

Powered by Blogger.