Loji PG Djombang Baru Menggambarkan Jabatan


Deretan rumah dinas pabrik gula yang masih bisa dilihat diantaranya adalah milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Pabrik Gula (PG) Djombang Baru. Terletak di Jalan Panglima Sudirman sebanyak lebih kurang dua belas rumah dinas PG yang terlihat masih cukup terjaga.

JOMBANG – Sejak dahulu rumah telah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi seseorang. Namun di sisi lain rumah juga bisa memperlihatkan derajat atau jabatan seseorang. Hal tersebut yang setidaknya ditunjukkan dalam pembagian rumah dinas di beberapa lembaga atau perusahaan.

Salah satu rumah dinas lembaga atau perusahaan yang memiliki bentuk bangunan yang khas adalah milik pabrik gula. Berarsitektur khas Kolonial Belanda, rumah dinas atau dalam Bahasa Belandanya disebut Dienstwoningen pabrik gula memang seusia dengan pabrik yang mayoritas dibangun pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Masyarakat umum kerap menyebutnya loji atau yang dalam KBBI memiliki arti gedung besar, kantor atau benteng kompeni di masa penjajahan Belanda di Indonesia. Sedangkan secara maknawi loji merupakan ungkapan orang Jawa untuk menyebut bangunan tinggalan kolonial yang berbeda dengan bangunan asli Indonesia.


Baca Juga : Idul Adha Bakar Sate Hingga Kampanye Lingkungan

Di Kabupaten Jombang, deretan rumah dinas pabrik gula yang masih bisa dilihat diantaranya adalah milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Pabrik Gula (PG) Djombang Baru. Terletak di Jalan Panglima Sudirman sebanyak lebih kurang dua belas rumah dinas PG yang terlihat masih cukup terjaga. Selain duabelas rumah yang ada di utara PG, di dalam area PG juga banyak rumah-rumah dinas bercorak serupa.

Asisten Muda Bagian Bangunan PTPN X PG Djombang Baru, Yusuf mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti kapan rumah-rumah dinas itu mulai dibangun dan difungsikan. “Kemungkinan tidak berbeda jauh dengan tahun pendirian pabrik. PG Djombang Baru ini berdiri sekitar tahun 1800-an (tepatnya 1895) maka rumah-rumah dinas itu juga mulai dibangun tidak jauh setelahnya.”

Pria bertubuh tambun ini menambahkan sejak awal hingga saat ini tidak banyak perubahan yang terjadi pada rumah-rumah yang diperuntukkan bagi pimpinan atau karyawan PG Djombang Baru. Hanya perubahan dan renovasi kecil untuk menjaga agar rumah lebih terjaga.

“Meski sekilas terlihat sama, rumah-rumah dinas ini memiliki perbedaan. Paling bisa dilihat dari jenis atapnya. Untuk rumah dengan satu atap atau model kopel biasanya diperuntukkan untuk asisten manajer. Karena pada dasarnya rumah dengan atap kopel bisa dibilang sebagai dua rumah dalam satu atap. Sementara untuk manajer atau general manajer menempati rumah bergaya minimalis yang dibangun secara terpisah,” urai Yusuf.

Luas antara rumah minimalis mandiri dengan rumah kopel tentu berbeda. Untuk rumah minimalis mandiri luas bangunan sebesar duabelas kali duapuluh meter persegi dengan luas tanah sebesar duapuluh kali limapuluh meter persegi. Sementara rumah kopel, dengan luas yang sama digunakan untuk dua rumah.

Seperti layaknya rumah lama bergaya Kolonial Belanda, rumah dinas PG Djombang Baru pun memiliki kesan kokoh, mewah serta elegan. Pemilihan material bangunannya seperti untuk dinding dibangun dengan batu bata tebal yang tidak jarang juga diperkuat dengan batu-batuan alam berukuran kecil ataupun sedang di beberapa bagian membuat desain rumah ini tetap kokoh meski sudah berusia hampir satu abad lebih. Sedangkan lantainya ada yang menggunakan tegel polos maupun tegel bermotif. Selain tegel ada juga bagian rumah yang menggunaka teraso yang sifatnya seperti marmer buatan. Sehingga mampu membuat kesan rumah menjadi mewah.

Pintu serta jendelanya terbuat dari bahan kayu jati dengan model dibuat seragam menggunakan desain kupu tarung yang bisa dibuka pada kedua sisi. modelnya, pintu dan jendela dibuat seragam menggunakan desain kupu tarung yang bisa dibuka pada kedua sisi. Tatanannya setangkup (simetris) dengan jenis jendela rangkap, yaitu menggunakan empat buah daun jendela. Bahan lapis depan menggunakan panil masif dari kayu jati berkisi-kisi atau krepyak. Sementara pada bagian lapis dalam menggunakan kombinasi perpaduan antara panil masif kayu dengan kaca.

PG Djombang Baru baru hingga saat ini masih mengelola lebih kurang empatpuluh rumah dinas baik yang berada di dalam lingkungan pabrik, atau yang berada di luar pabrik. Seluruhnya masih tampak baik meski harus diakui ada beberapa bagian yang hilang atau tidak mampu dijaga dengan baik karena biaya perawatan yang minim. fitrotul aini.

No comments

Powered by Blogger.