Nina dan Mega Anak Desa Raih Juara


Nina Kartika Anastasya dan Mega Puteri Amelia peserta didik SMP Negeri 1 Sumobito ini terpilih mewakili tim softball Indonesia untuk bertanding di ajang Asia Pasific yang digelar di Jakarta. Keduanya memiliki semangat yang sudah terbentuk sejak pertama mengikuti ekstrakurikuler softball.

SUMOBITO –
Berprestasi dan berpergian ke luar negeri tidak terbayangkan sama sekali sebelumnya oleh Nina Kartika Anastasya. Peserta didik SMP Negeri 1 Sumobito ini terpilih mewakili tim softball Indonesia untuk bertanding di ajang Asia Pasific yang digelar di Jakarta pada bulan Juli 2019.

Peserta didik kelas 9 ini konsisten melatih dirinya meski olahraga softball terbilang tidaklah cukup populer. Bahkan meski sempat tidak yakin lolos karena jauh dari kriteria yang jauh dari dirinya, tetapi tetap semangat untuk mencoba dulu. Pantang baginya menyerah sebelum bertanding.

“Seleksi dilakukan kala bulan puasa kemarin. Kalau melihat kriteria memang tidak yakin bakal lolos. Tetapi saat pengumuman disampaikan, begitu gembiranya saya karena masuk mewakili Indonesia di ajang internasional,” ungkap Nana, sapaan akrab teman-temannya.


Baca Juga : Ajang Cinta Tanah Air Anak Usia Dini

Anak perempuan kedua ini, tidak lupa untuk tetap menjaga prestasi belajarnya di sekolah. Cita-cita sebagai atlet softbal profesional terus mendorongnya mendulang prestasi baik akademik dan non-akademik. Oleh karenanya, peserta didik berusia 15 tahun ini tidak mau ketinggalan pelajaran dan berusaha menyusul karena harus ditinggal latihan.


Serupa dengan Nina Kartika Anastasya, Mega Puteri Amelia rekan satu tim softball juga tak kalah hebatnya karena berhasil lolos bersamaan dalam seleksi tersebut.

“Merasa tidak menyangka mampu bersaing hingga tingkat internasional. Harapan ini akan selalu saya asah dengan giat berlatih. Pasalnya saya mengetahui kemampuan yang lebih unggul dalam bidang olahraga. Hal ini sebagai bekal saya guna memperkuat fisik dalam mempersiapkan untuk mewujudkan cita-cita saya menjadi Polisi Wanita (Polwan),” tutur Mega.

Keduanya memiliki semangat yang sudah terbentuk sejak pertama mengikuti ekstrakurikuler softball. Pasalnya jelang pertandingan dan masa karantina di Surabaya selama limabelas hari lalu, usai pembelajaran di sekolah selalu meminta secara pribadi kepada guru olahraga agar melatihnya. Sebagai bentuk kesungguhan itu, kini keduanya sudah menjadi atlet nasional potensial untuk merengkuh juara bagi bangsa Indonesia. chicilia risca

No comments

Powered by Blogger.