Peningkatan Prestasi Belajar Sistem Tata Surya Melalui Metode Demonstrasi


Metode demonstrasi adalah suatu upaya yang mendorong peserta didik untuk mendemonstasikan materi yang diajarkan dalam pembelajaran dengan tujuan peserta didik lebih mudah memahami materi yang diajarkan.

Dewi Murdiyah, S.Pd.SD*

Guru adalah pelaksana pembelajaran kepada peserta didik-siswinya dengan berbagai cara atau metode agar ilmu yang diberikan bermanfaat dan mudah diterapkan diberbagai bidang keilmuan, kalau kita melihat kembali cara pengajaran tradisional, yakni pengajaran dengan cara menuangkan hal-hal yang dianggap penting saja oleh guru. Berdasarkan pengalaman peneliti di lapangan, kegagalan belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah peserta didik yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar peserta didik, misalnya dengan membimbing peserta didik untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Melalui metode demonstrasi difungsikan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Bagaimana cara meningkatkan prestasi belajar tentang sistem tata surya melalui metode demonstrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatan prestasi belajar peserta didik melalui metode demonstrasi pada materi sistem tata surya pada kelas VI SDN Sumberagung II Kecamatan Megaluh.


Baca Juga : Kepopuleran Lagu Jawa Bagai Buah Simalakama

Suatu metode mengandung pengertian terlaksananya kegiatan guru dan kegiatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Metode dilaksanakan melalui prosedur tertentu (Hamalik, 2005). Cara atau metode mengajar atau tehnik penyajian yang digunakan guru untuk menyampaikan informasi atau massage lisan kepada peserta didik berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan peserta didik dalam menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Metode yang digunakan untuk memotivasi peserta didik agar mampu menggunakan pengetahuaannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi ataupun untuk menjawab suatu pertnyaan akan berbeda dengan metode yang digunakan untuk tujuan agar peserta didik mampu berfikir dan menggunakan pendapatnya sendiri di dalam menghadapi persoalan (Roestiyah N.K.2001:1).

Metode demonstrasi adalah suatu upaya yang mendorong peserta didik untuk mendemonstasikan materi yang diajarkan dalam pembelajaran dengan tujuan peserta didik lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar guru dituntut untuk dapat memilih interaksi belajar mengajar yang tepat supaya dapat mewujudkan kondisi pembelajaran peserta didik aktif, kreatif, dan menyenangkan. Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan yang banyak melibatkan aktivitas peserta didik dan aktivitas guru. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan danya alternative metode mengajar yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam prosesnya guru perlu menggunakan metode secara bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya. (Winataputra, 2004:4,3).

 
Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran

a. Siklus I

1. Perencanaan

Menyusun sekenario rencana perbaikan pembelajaran, menyiapkan media model sistem tata surya, dan menyiapkan alat evaluasi.

2. Pelaksanaan

Melaksanaan Rencana perlaksanaan pembelajaran terdiri dari pendahuluan, inti, dan penutup.

3. Observasi

Pengamatan dan perekaman data terhadap aktifitas guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung untuk menentukan tindakan selanjutnya.

4. Refleksi

Seberapa jauh kemampuan siswa dalam menerima pelajaran materi sistem tata surya.Jika hasil pembelajaran masih dibawah KKM maka perlu diadakan perbaiakan pembelajaran.

 
b. Siklus II

1. Perencanaan

Menyusun scenario rencana perbaiakan pembelajaran, menyiapkan media model sistem tata surya, menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS), dan menyiapkan alat evaluasi

2. Pelaksanaan

Melaksanakan Rencana Perlaksanaan Pembelajaran terdiri dari: pendahuluan, inti, dan penutup.

3. Observasi

Pengamatan dan perekaman data terhadap aktifitas guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung untuk menentukan tindakan selanjutnya.

4. Refleksi

Terjadi peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam meneriman pelajaran materi sistem tata surya. Hasil evaluasi pada siklus II nilai peserta didik sudah mencapai lebih 80% peserta didik mencapai KKM.

 
Berdasarkan kegagalan yang dilakukan peneliti pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus I, peneliti membuat scenario pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi dan setiap kelompok diberi media model sistem tata surya serta peserta didik diberi kesempatan mendemonstrasikan model sistem tata surya tersebut. Dengan adanya keterpaduan antara metode diskusi dan demonstrasi dengan menggunakan media model sistem tata surya yang dilakukan peserta didik maka hasil pembelajaran menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan

Peneliti perhatikan pada instrumen tentang keterampilan mengajar pada siklus I, penggunaan media sudah nampak dipergunakan dalam proses pembelajaran meskipun data yang terekam oleh teman sejawat intensitas penggunaanya masih kurang. Penggunaan media model sistem tata surya yang hanya dipakai peneliti saja, hal ini mempunyai pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Peningkatan itu dapat dilihat pada instrumen jawaban peserta didik terhadap pertanyaan peneliti.

Pada perbaikan pembelajaran siklus I, 6 peserta didik yang memperoleh nilai 75 ke atas atau 40%. Sedangkan pada perbaikan pembelajaran siklus II, yang memperoleh nilai 75 ke atas 14 peserta didik atau 93,3% ada peningkatan 53,3%. Berdasarkan kegagalan yang dilakukan peneliti pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus I, peneliti membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi dan setiap kelompok diberi media model sistem tata surya serta peserta didik diberi kesempatan mendemonstrasikan model sistem tata surya tersebut. Dengan adanya keterpaduan antara metode diskusi dan demonstrasi dengan menggunakan media model sistem tata surya yang dilakukan peserta didik maka hasil pembelajaran menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penelitian pada siklus II keberhasilan 80% lebih telah mencapai KKM, sebanyak 14 peserta didik atau 93,3%.

 
*) SDN Sumberagung II Megaluh.

No comments

Powered by Blogger.