Juara Harapan I Mendongeng FL2N tingkat Nasional, Jihan Eka Sheffira Juara Termuda


Jihan Eka Sheffira peserta didik asal SDN Catakgayam II Mojowarno berhasil menyabet Juara Harapan I pada ajang Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N) tingkat nasional yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (Dit.PSD), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

MOJOWARNO –
Era kecanggihan gawai seperti saat ini membuat kebiasaan membacakan cerita atau mendongeng seperti mulai berkurang minatnya. Banyak orang tua atau bahkan anak-anak sendiri memilih untuk menonton cerita-cerita yang menarik minatnya melalui video-video animasi yang ditayangkan melalui gawai.

Namun bagi Jihan Eka Sheffira mendongeng adalah suatu hal baru yang sudah bisa membuatnya berprestasi mengharumkan nama Jombang. Peserta didik asal SDN Catakgayam II Mojowarno ini pada bulan Juli lalu berhasil menjadi juara pada ajang Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N) tingkat nasional yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (Dit.PSD), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Meski hanya berhasil menyabet Juara Harapan I, Fira sapaan akrab Jihan Eka Sheffira sudah merasa bahagia.


Baca Juga : Anak Didik Mandiri, Orangtua Percaya

“Senang bisa ikut lomba ke Jakarta. Naik pesawat dan dapat teman-teman banyak dari seluruh Indonesia,” ujar Fira dengan polosnya.

Pada babak final seleksi FL2N yang diadakan di Jakarta pada 25-29 Juli 2019, Fira masih duduk di kelas II SD yang menjadikan dia menjadi peserta termuda. Meski menjadi peserta termuda rasa percaya diri yang sedikit dibumbui dengan sifat tidak acuh yang dimilikinya, anak pertama dari dua bersaudara ini tampil dengan apik membawakan dongeng asal-usul Dusun Kebonmelati. Desa Sumbermulyo. Cukup apik dia memainkan peran antara kyai serta santri yang menjadi pelaku dalam cerita tersebut. Bahkan saat ditanya apakah dia merasa deg-degan ketika tampil di atas pentas, penyuka dongeng Si Kancil dan Peri Salju ini mengaku biasa-biasa saja.

Berkat prestasi yang diraihnya, Fira dalam beberapa waktu belakangan sering diminta tampil unjuk kebolehan mendongeng di depan banyak orang. Acara terakhir yang meminta anak pertama dari dua bersaudara ini tampil mendongeng adalah saat upacara bersama jajaran pengurus Desa Catakgayam. Oleh Kepala Desa Catakgayam, Fira diminta untuk unjuk kebolehan mendongeng.

Usia yang masih sangat belia, penyuka pelajaran Matematika ini tidak menutup kesempatan jika dia diminta untuk mengikuti ajang seleksi mendongeng lagi.

“Mau ikut lagi dan semoga bisa juara satu,” ucap Fira sembari terkekeh malu-malu.

Ketua sekaligus Pengelola Rumah Baca Sahabatku (RBS) Mojowarno, Kurnia Khoirun Nisa merincikan awal mula keterlibatan Fira pada seleksi FL2N tersebut adalah karena dirinya. Perempuan berhijab itu mengaku karena suka membacakan cerita kepada anak-anak yang datang ke rumah baca yang dikelolanya membuat dirinya ingin menantang kemampuan sekaligus menggali potensi anak-anak asuhannya.

Dari seluruh peserta didik yang ada ditawari untuk mengikuti lomba, hanya lima peserta didik yang berminat. Namun seiring perjalanan waktu peserta didik tersebut tersisih menyisakan Fira dan satu teman lainnya. Kala itu para peserta didik diminta untuk menghafalkan cerita yang menggambarkan kearifan lokal. Oleh Kurnia Khoirun Nisa diantaranya adalah cerita tentang asal-usul Desa Catakgayam.

“Setiap anak diberi waktu menghafal selama satu minggu setelah itu dipraktikkan di depan teman-temannya yang lain. Ternyata dari lima anak hanya Fira dan satu temannya yang lain yang bertahan. Itu juga setelah tarik ulur dan bujuk rayu agar mereka berdua tidak terpengaruh dengan temannya yang menyerah,” jelas Kurnia Khoirun Nisa yang turut mendampingi Fira saat sesi wawancara dengan tim Majalah Suara Pendidikan.

Kurnia Khoirun Nisa berharap kedepannya Fira terus bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya. Selain itu ibu satu putri itu juga berkeinginan untuk bisa menemukan bibit-bibit pendongeng lain yang secara khusus lahir dari RBS Mojowarno atau secara umum berasal Kecamatan Mojowarno. fitrotul aini.

No comments

Powered by Blogger.