Sangkal Putung Pengobatan Tradisional yang Mengundang Untung


Salah satu sangkal putung yang tersohor di Jombang adalah sangkal putung Pak Untung. Sudah puluhan tahun dirinya membuka praktik sangkal putung yang bertempat di jalan Raya Madiun-Surabaya, Wonokerto Selatan, Peterongan.

PETERONGAN – Masyarakat luas sejak dahulu sudah mengenal berbagai macam pengobatan tradisional. Salah satu adalah pengobatan untuk menyembuhkan tulang yang patah. Profesi ini biasa dikenal sebagai sangkal putung. Metode pengobatan sangkal putung ini tanpa menggunakan operasi. Penggunaan operasi biasanya ditempuh dengan menanamkan platina ke tulang yang patah. Pengobatan seperti ini tentu saja membutuhkan biaya yang besar.

Berbeda dengan metode yang digunakan oleh tabib sangkal putung. Pengobatan tradisional ini juga tidak menggunakan obat bius. Karena itu pasien akan merasakan sakit sepanjang proses pengobatan. Soal biaya, masih cukup terjangkau bahkan lebih murah kalau menempuh jalur medis.

Salah satu sangkal putung yang tersohor di Jombang adalah sangkal putung Pak Untung. Sudah puluhan tahun dirinya membuka praktik sangkal putung yang bertempat di jalan Raya Madiun-Surabaya, Wonokerto Selatan, Peterongan. Tak ayal dengan kepiawaiannya dalam menyembuhkan masalah tulang, kini dirinya kerap kebanjiran pasien.

Untung mengatakan bahwa, kebanykan dari masyarakat lebih banyak memilih metode ini karena memberikan hasil yang lebih cepat, dan pasien yang berobat ke sangkal putung akan mendapat perawatan rutin yaitu pemijatan untuk membetulkan sambungan tulang dan memperlancar aliran darah. Proses pemijatan akan dilakukan berkala bila tingkat keparahan cidera tinggi. Pasien yang diterapi diharuskan istirahat total dan tidak boleh menggerakkan bagian tubuh yang cidera selama beberapa hari.

Baca Juga : Program Kesetaraan Vokasi Tambah Materi Keterampilan

“Penyembuhan tulang di sangkal putung bervariasi, tergantung dari letak tulang dan usia si pasien. Patah tangan membutuhkan waktu 2-3 bulan. Femur atau tulang paha paling lama memakan waktu penyembuhan sampai 7 bulan. Sedangkan bagi anak-anak sangkal putung yakin betul dalam 2 bulan tulang bakal tersambung sempurna,” ujar laki-laki paruh baya tersebut.

Tidak seperti Ortopedi atau ilmu tulang, sangkal putung bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari dengan mudah. Bahkan ada yang bilang kalau sangkal putung merupakan ilmu turunan yang hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu. Dari semua tabibnya, rata-rata mendapatkan ilmu dari guru atau garis keturunan keluarga.

“Ilmu turunan ini maksudnya adalah yang diturunkan dari generasi ke generasi. Mulai dari buyut, kakek, orangtua kemudian diri sendiri. Biasanya ilmu turunan ini juga hanya dikuasai oleh satu orang keturunan saja. Sepeti saya ini, ilmunya dari ayah saja dahulu. Ayah dapat ilmunya dari Nenek. Nenek dulu tirakatnya kuat. Tiba-tiba Allah menurunkan kelebihan ini untuk menolong orang banyak,” ungkap Untung.

Metode pengobatan Untung benar-benar hanya mengandalkan doa dan pengetahuan tulang dari orang tuanya secara turun-temurun. Bahkan dirinya juga menggunakan obat herbal racikannya untuk membantu kesembuhan dalam sakit tulangnya.

“Kalau di sini pasiennya rata-rata harus tahan akan sakitnya. Memang dari semua metode sangkal putung berbeda-beda. Kalau di saya terkenal agak sakit. Tetapi memang seperti itu,” ujarnya sambil tertawa.

Untuk tarif pertama terapi, Untung mematok harga 350 ribu rupiah. Itu sudah termasuk racikan obat buatannya. Namun untuk terapi berikutnya tergantung kondisi pasien, jika masih tergolong membutuhkan pijat ekstra, dirinya mematok harga 250 ribu rupiah sampai 150 ribu rupiah per terapi.

“Untuk omzetnya tidak menentu, tergantung dari pasiennya yang datang. Alhamdulillah setiap hari ada saja pasien yang datang kemari,” imbuhnya. 
 aditya eko

No comments

Powered by Blogger.