Program Kesetaraan Vokasi Tambah Materi Keterampilan


Koordinator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Winarno menyebut bahwa untuk menarik minat masyarakat agar mau ikut bergabung dalam pendidikan kesetaraan, pada 2020 mendatang pendidikan kesetaraan akan dilengkapi dengan program keterampilan.

JOMBANG – Pendidikan Non Formal khususnya pendidikan kesetaraan (atau yang lebih akrab disebut sebagai Kelompok Belajar (Kejar) Paket) merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih masyarakat untuk melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda atau tidak terselesaikan pada periode pendidikan formal. Namun pada kenyataannya, banyak masyarakat yang sudah enggan untuk mengejar ketertinggalan dan kembali mengenyam pendidikan. Iming-iming mendapatkan ijazah dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi tidak semata-mata bisa mengajak masyarakat untuk mau meneruskan pendidikan yang tertunda.

Koordinator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Winarno menyebut bahwa untuk menarik minat masyarakat agar mau ikut bergabung dalam pendidikan kesetaraan, pada 2020 mendatang pendidikan kesetaraan akan dilengkapi dengan program keterampilan.

“Program Kesetaraan Vokasi ini sebenarnya ada dalam kegiatan pemerintah pusat yang ada di bawah naungan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Bindiktara, Ditjen PAUD-Dikmas, Kemendikbud RI). Namun pelaksanannya belum maksimal, sehingga pada 2020 Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mendorong agar program ini semakin banyak dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di daerah,” urai Winarno.

Baca Juga : Guru TK Jadi Kepala Desa


Untuk menyokong pelaksanaan Program Kesetaraan Vokasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengucurkan dana melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Dana ini akan diberikan pada PKBM untuk membiayai kegiatan keterampilan yang akan ditambahkan.

Jenis keterampilan yang bisa ditambahkan dalam Program Kesetaraan Vokasi pun bisa dalam bentuk apa saja. Namun dihimbau untuk keterampilan yang memang diminati oleh warga belajar. Karena kembali pada tujuan awal bahwa penambahan materi keterampilan ini adalah untuk menambah bekal warga belajar. Sehingga ketika lulus dari pendidikan kesetaraan tidak hanya ijazah yang didapatkan melainkan juga keterampilan. Bahkan akan lebih baik jika keterampilan yang diberikan juga memiliki standar yang ketika lulus mendapatkan sertifikat keterampilan.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian PAUD dan PNF, Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Disdikbud Kabupaten Jombang, Siti Arlikah, S.Sos., MM juga menjelaskan bahwa nyatanya selain untuk memberikan tambahan bekal untuk warga belajar, Program Kesetaraan Vokasi ini juga digunakan sebagai sarana untuk memikat masyarakat yang belum tertarik untuk melanjutkan pendidikan melalui kesetaraan.

“Tahun 2018 Indeks Partisipasi Murni (IPM) pada PKBM penyelenggara Kejar Paket di Provinsi Jawa Timur berada dalam angka 70,77. Angka ini masih di bawah IPM nasional yang berada dalam angka 71,99. Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkeinginan untuk meningkatkannya,” ujar Siti Arlika.

Program yang sekiranya direncanakan mulai dilaksanakan mulai pada November 2019 ini disepakati untuk ditunda pelaksanaannya pada awal tahun depan. Hal ini menyangkut kesiapan dan pengelolaan anggaran yang terlalu mepet jika dilaksanakan saat ini. fitrotul aini.
Powered by Blogger.