Seorang pelatih juga bertugas untuk menentukan instrument yang akan dimainkan oleh pemain bahkan apakah instrument tersebut proporsional untuk digunakan atau tidak.

Dedy F Rosyadi, S.Pd., M.Pd.*)

Jika kita lihat dari asal usulnya, Drum Band memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang sangat tinggi. Pada mulanya, iringan music yang dilakukan secara kelompok dilakukan pada jaman prasejarah dalam ritual berkomunikasi dengan alam dan keagamaan.

Alat perkusi yang dimainkan kaum pria sangat sering dilakukan ketika meminta hujan dan menyambut datangnya matahari.Dalam proses upacara, pukulan music perkusi ini biasanya dilengkapi dengan alat tiup atau juga sumber bunyi lain yang cara membunyikannya selain dipukul.

Seiring perkembangan zaman, alat perkusi digunakan dalam militer atau untuk mengiringi kelompok perang. Pada peradaban Yunani dan Romawi Kuno, pukulan genderang digunakan sebagai penanda perang telah dimulai dan ritme pukulan menjadi penanda pergerakan langkah dalam menyerang. Dentuman drum menjadi penyemangat dan pembakar optimisme pasukan perang dalam menyerang.

Begitu juga di Indonesia, perkembangan Drum Band berasal dari militer. Music beraliran mars dipakai dalam bidang militer berkiblat pada Drum Corps America, dan dalam perkembangannya berubah menjadi Marching Band untuk keperluan hiburan dan kesenian.

Berdasar sejarah tersebut, Drum Band melalui organisasi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) mulai dikenalkan di dunia Pendidikan lebih tepatnya di sekolah. Sebagai kegiatan ekstra kurikuler yaitu kegiatan pendamping yang bersifat non akademik, Drum Band perkembang cukup pesat karena banyak digemari.

Selain bersifat seni yaitu seni music, kegaitan ini juga ditekankan pada sisi kedisiplinan pemainnya. Hal ini tentunya dikarenakan asal usul Drum Band yang berasal dari militer. Atas pembentukan karakter peserta didik yang dimilikinya, sekolah sangat terbantu dalam melatih kedisiplinan yang sangat kurang bahkan dikatakan tidak akan bisa untuk dibentuk dalam kegiatan belajar pembelajaran setiap harinya. Padahal kesuksesan dalam belajar dituntut kedisiplinan dalam menjalaninya.

Factor lainnya, ekstra kurikuler ini bukan aktifitas tangan kosong akan tetapi menggunakan berbagai jenis instrument music yang dibawa dan dipakai oleh semua pemainnya, sehingga memertimbangkan faktor endurance dan exhausted dari segi kualitas instrumennya. Dengan demikian menjadikan Drum Band termasuk kegiatan yang mahal dan serius.

Pelatih Drum Band harus memahami tahapan atau standar prosedur kepelatihan. Standard prosedur yang dimilikinya memuat unsur olahraga, mulai dari pemanasan sebelum dikenalkan pada teori music dan tehnik permainan Drum Band itu sendiri hingga akhir yang menyenangkan. Permainan Drum Band mengandung unsur olah raga dilihat dari perpaduan music dan march atau gerakan berpindah tempat dengan berjalan.

PDBI merupakan organisasi yang dibentuk dalam misi pembinaan, pengembangan berdasar keilmuan dan perlombaan Drum Band di Indonesia. Dalam menjalankan misinya, organisasi ini banyak melakukan seminar dan kepelatihan, baik untuk pelatih dan juri. Kekurangannya hanyalah terletak pada lisensi pelatih yang belum dikeluarkan oleh PDBI, dan sejauh ini yang memiliki lisensi adalah pemain dan juri.

Untuk keanggotaan diklasifikasikan menjadi anggota kelompok dan perorangan. Anggota kelompok adalah setiap unit satuan Drum Band yang ada di kabupaten dan/atau kota dan telah terdaftar, sedangkan anggota perorangan adalah setiap orang yang telah memberikan ide atau pemikirannya untuk perkembangan Drum Band dan telah terdaftar. Selain itu ada keanggotaan yang dinamakan anggota kehormatan, hal ini berdasar pertimbangan dan kebijakan yang dimiliki oleh pengurus organisasi yang ditujukan untuk perseorangan yang memiliki kelebihan khusus.

Sedangkan dalam hal Juri, PDBI membedakannya menjadi juri pratama dan juri madya yang semuanya diseleksi dalam kependidikan juri, penataran, dan pengangkatan sebagai peresmian tugas dan masa jabatan yang secara langsung tergabung dalam Korps Juri.

Dalam satu unit satuan Drum Band membutuhkan lebih dari sama dengan dua pelatih, hal ini disebabkan beraneka macamnya instrument yang ada di dalamnya. Mulai trumpet, trombone, mellow phone, tuba, contra bass, vibraphone, xylophone, beberapa alat perkusi, dan colour guard atau yang biasa disebut pemain bendera sebagai tehnik koreografi dan tari. Juga ada yang dilengkapi dengan beberapa music tradisi dan itu semua tergantung seberapa tinggi kemampuan analisa music dari pelatih dan kemampuan unit satuan tersebut. Intinya, karakter music Drum Band bukan atau secara jelas tidak ada unsur elektrik.

Seorang pelatih juga bertugas untuk menentukan instrument yang akan dimainkan oleh pemain bahkan apakah instrument tersebut proporsional untuk digunakan atau tidak. Selain berdasar pada minat dan keahlian dari pemain, penentuan langkah berlatih Drum Band juga harus menyeimbangkan ukuran pemain dan ukuran instrument yang akan dimainkannya.

Music adalah yang utama dalam kegiatan ini, akan tetapi yang lebih penting dan biasanya terlupakan adalah ekspresi dalam bermain music. Bermusik tanpa ekspresi atau pemberian ekspresi yang kurang tepat membuat music itu terlepas dari ruhnya.

Expresionisme bermusik meliputi dalam hal mengambil dari tempat simpan, memainkannya sesuai ritme dan warna music, juga meletakkannya atau menyimpan kembali pada tempatnya yang nyaman mengingat instrument yang digunakan dalam Drum Band adalah cukup mahal untuk instansi pendidikan seperti sekolah.

Jika dilihat dari segi estetika, media dalam Drum Band ini bernilai estetika sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat dari nilai estetika yang dijunjung tinggi dari mulai sikap terhadap instrument, hubungan antar pemain, dan hubungan dengan pelatih.

Dalam hal jenjang keorganisasian, mulai dari yang paling tinggi atau tingkat nasional yaitu PB PDBI, kemudian Pengprov PDBI untuk tingkat Provinsi, dan Pengkab/kot PDBI untuk wilayah kabupaten atau kota.

Sehubungan dengan dimasukkannya Drum Band dalam satu cabang olahraga, PDBI berada dalam naungan KONI.

Untuk bidang perlombaan atau kompetensi berjenjang yang diselenggaarakan PDBI, penjejangan perlombaan resmi berdasar sekup wilayah meliputi; Kejurkab/kot PDBI untuk kompetisi antar satuan Drum Band di tingkat Kabupaten atau Kota, sedangkan untuk tingkat dalam provinsi yang artinya diikuti oleh masing-masing dari Kabupaten atau Kota dalam Provinsi disebut Kejurprov PDBI, dan Kejurnas PDBI yang ditujukan untuk satuan Drum Band pilihan dari masing-masing provinsi di tingkat nasional.

Tidak hanya sebatas itu, tetapi juga ada beberapa kompetisi terbuka yang cakupannya hingga internasional seperti; Jember Open Marching Competition (JOMC), Indonesia Drum Crops Competition (idcc), Grand Prix Marching Band (GPMB), Tulungagung Marching Competition (TMC), Batu Open Marching Competition (BOMC), dan WGI atau Winter Guard International. Di Negara lain pun juga ada kompetisi terbuka yang cakupannya internsional seperti; Thailand World Marching Competition (TWMC), Malaysia World Marching Competition (MWMC), Drum Crops International (DCI), dan banyak lagi yang lainnya. Semua kompetisi tersebut sudah menjadi event tahunan.

Perlu diketahui, mungkin masyarakat awam sering mendengar istilah Drum Band, Marching Band, dan juga Drum Corps. Pembedanya terdapat pada tingakatan komposisi instrument yang ada di dalamnya, tentu saja Marching Band berisi instrument yang lebih lengkap dari Drum Band dan lebih mengedepankan sisi seni atau musikalitasnya. Sedangkan untuk Drum Corps, porsi permainan music percussion yaitu instrumen yang membunyikannya dengan cara dipukul mendapatkan porsi yang lebih dominan dan menonjol yang juga untuk kekayaan pits instrument dan color guard atau bendera.

*) Pelatih Drum Band Gita Shanka Wibawa Nada, SDN Senden Peterongan
Sebelumnya Berikutnya