Operator SMP Negeri 2 Sumobito, Ratna Andreyani memaparkan materi. (fakhruddin)

Sebenarnya bila guru bisa menggunakan aplikasi dengan baik, keberadaan aplikasi akan sangat memudahkan proses pengisian nilai.

JOMBANG, MSP – Kemajuan teknologi semakin tidak terelakkan lagi, begitu juga pada dunia pendidikan. Hal tersebut dimanfaatkan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk meningkatkan mutu pendidikan serta pelayanan guru-guru dalam memberikan penilaian. Agar proses penilaian peserta didik semakin cepat, sistematis, komprehensif dan transparan, Direktorat Pembinaan SMP mengembangkan sebuah aplikasi penilaian berbasis komputer yang disebut ERapor.

ERapor sendiri merupakan aplikasi berbasis web, di mana dalam satu sekolah aplikasi ini cukup diinstal pada komputer yang difungsikan sebagai server. Sedangkan client (admin, guru, wali kelas, peserta didik, kepala sekolah dan orang tua) dapat mengakses melalui komputer lain yang terhubung melalui jaringan internet, maupun intranet, dengan menggunakan web browser.

Sehubungan dengan adanya hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang mengadakan sosialisasi ERapor kepada operator sekolah maupun kepala sekolah SMP Negeri Se Kabupaten Jombang. Kegiatan dilakukan pada waktu yang berbeda, operator diberi pembekalan dahulu karena perannya begitu sentral pada penggunaan aplikasi. Hal itu karena data pada ERapor terintegrasi secara langsung dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Selain itu peran operator adalah sebagai pembantu guru-guru yang kesulitan dalam pengoperasiannya, terutama guru dengan usia lanjut. Tetapi hanya sebatas membantu saja, bukannya menggantikan tugas guru untuk mengisikan nilai-nilainya,” jelas Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Agus Suryo Handoko, S.Pd, M.M.Pd.

Data guru pada Dapodik menjadi poin penting saat penggunaan ERapor, sebab yang bisa mengisi hanya guru terdaftar saja. Bagi guru yang belum terdaftar, maka harus sesegera mungkin ditindak lanjuti di Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, karena dari penggunaan aplikasi tersebut kinerja guru dapat terlihat secara langsung dan akan berdampak pada TPP masing-masing.

Aplikasi ERapor sendiri bisa digunakan di mana saja, asal terkoneksi internet dalam satu server. Harus diingat juga jika menggunakan jaringan pemancar ataupun seluler tidak bisa digunakan untuk mengakses aplikasi ini, sebab jaringan tersebut berbeda server.

Untuk mendapatkan aplikasi bisa diunduh pada laman resmi Direktorat Pembinaan SMP ataupun dari teman sesama guru lainnya yang telah mengunduh. Sistem penilaian ERapor sendiri tidak jauh berbeda dengan rapor cetak pada umumnya. Hanya saja jumlah penilaiannya berdasarkan pada Kompetensi Dasar (KD) suatu mata pelajaran. Di dalam aplikasi juga dibedakan menjadi dua kurikulum, yakni KTSP dan K13.

Operator SMP Negeri 2 Sumobito, Ratna Andreyani menambahkan, “Sebenarnya bila guru bisa menggunakan aplikasi dengan baik, keberadaan aplikasi akan sangat memudahkan proses pengisian nilai. Guru tidak perlu menulis rapor secara manual di atas kertas, dan nantinya hasil setelah dicetak isi rapor lebih tertata. Sebelum mengisi nilai, guru juga harus membuat perencanaan setiap penilaian serta pembobotan masing-masing poin.”

Setiap poin pengisian nilai, bisa diisi secara langsung di aplikasi maupun manual dengan mengunduh format penilaian pada aplikasi. Setelah pengisian selesai harus diingat ketika menyimpan file kembali dalam format Microsoft Excel 97/2003, bukan format sistem terbaru. Bila sudah selesai, langkah selanjutnya adalah mengunggah kembali file penilaian tersebut.

Rapor bisa dilihat oleh semua elemen satuan pendidikan, tetapi dengan tingkat kewenangan berbeda. Tidak hanya operator, guru, ataupun kepala sekolah. Peserta didik bisa mengakses tetapi hanya sebatas melihat nilai saja, sedangkan bagi orangtua dapat memantau perkembangan buah hatinya secara langsung melalui akun sang anak. ■ fakhruddin
Sebelumnya Berikutnya