Petikan Gitar Hantarkan Memeluk Gelar


Ketika perlombaan, peserta diwajibkan membawakan dua buah lagu yang sudah ditentukan panitia. Pertama adalah lagu wajib perlombaan bertempo Allegretto (agak cepat serta riang) dan lagu kedua merupakan pilihan peserta. 

PETERONGAN, MSP – Kembali peserta didik asal SMP Negeri 1 Peterongan Jombang berhasil mengukir namanya pada gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi, sebagai gitaris solo terbaik ke dua mewakili Kabupaten Jombang. Peserta didik tersebut bernama Pradipta Ramadhan Putra Wirawan.

Dari lima cabang perlombaan di FLS2N, peserta didik berambut cepak itupun menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Jombang yang pulang membawa torehan juara. Meskipun hanya membawa predikat juara ke dua, laki-laki yang kerap disapa Dipta itupun sangat bersyukur. Karena pada ajang tahunan ini, dia baru pertama kali mengikutinya.

“Memang pada tahun sebelumnya saya juga memenangi kejuaraan serupa di tingkat kabupaten, hanya saja saat itu Kabupaten Jombang tidak memberangkatkan perwakilan cabang gitar solo,” tambah Dipta

Pada kesempatan kali ini, dia bertemu dengan gitaris-gitaris solo berkemampuan tinggi dari berbagai kabupaten di Jawa Timur. Kemampuan para peserta dalam bermain gitar tidak bisa dipungkiri lagi. Kelihaian tangan ketika memetik senar gitar sudah terlihat dari cara mereka memainkan alat musik tersebut.

Melihat hal tersebut, membuat Dipta sedikit ragu. Terlebih setiap kontestan tidak mendapat ruang khusus untuk melakukan persiapan. Sehingga konsentrasi peserta saat tampil mudah terganggu dengan suara latihan peserta lain. Jalan satu-satunya yang dapat dilakukan adalah, tetap fokus memainkan gitar sesuai petunjuk perlombaan dan yakin bahwa dia bisa melakukannya dengan baik.

Peserta didik yang duduk di bangku kelas sembilan itupun mengaku, persiapan menghadapi FLS2N juga terbilang singkat. Selama satu bulan Dipta mengikuti les musik di luar sekolah secara intensif dengan biaya individu. Dia merasa jika mengandalkan latihan di sekolah saja, bekalnya akan kurang. Karena setiap peserta dituntut untuk fasih memainkan berbagai not aliran musik.

“Ketika perlombaan, peserta diwajibkan membawakan dua buah lagu yang sudah ditentukan panitia. Pertama adalah lagu wajib perlombaan bertempo Allegretto (agak cepat serta riang) dan lagu kedua merupakan pilihan peserta. Untuk lagu pilihan, panitia juga menyediakan beberapa daftar lagu dengan tingkat kesulitan berbeda,” jelas peserta didik yang juga ahli di bidang baris berbaris ini ketika ditemui di sekolahnya.

Sedangkan penilaiannya juga meliputi beberapa aspek, dari kesesuaian not dan pembawaan lagu juga diperhatikan secara teliti oleh juri. Setiap lagu pun memiliki pakem masing-masing. Sehingga peserta tidak bisa berimprovisasi dalam membawakan satu lagu. Jika terdapat peserta yang melanggar, maka penilaiannya pun berkurang.

Dipta pun berharap,” Semoga di tahun depan, regenerasi gitar solo tetap ada. Serta pembinaan setiap cabang lebih ditingkatkan lagi, agar cabang perlombaan lain bisa membawa nama Kabupaten Jombang di level yang lebih tinggi lagi.” fakhruddin