Oleh: Erwina Mei Astuti, dr, SpA*)

Bahagia, saat testpack tertera dua garis pertanda positif hamil. Itulah yang dirasakan para ibu saat mengharapkan kehamilannya. Selanjutnya memastikan kehamilannya dengan pemeriksaan ke petugas kesehatan terkait seperti bidan atau dokter spesialis kandungan. Saat kehamilan terjadi maka itulah dimulainya masa 1000 hari pertama kehidupan.

1000 Hari Pertama Kehidupan. Apakah Itu?

Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa yang tak terulang. Sembilan bulan sepuluh hari dalam kandungan ibu sama dengan 280 hari, ini disebut periode pertama. Dalam periode ini terjadi pembentukan organ penting seperti otak, jantung, paru, hati, indera seperti mata, hidung, telinga. Saat lahir diberikan ASI (Air Susu Ibu) selama 6 bulan sama dengan 180 hari, ini disebut periode kedua. Pada periode ini membuka "pintu" dengan dunia luar bagi anak yang baru lahir. Selanjutnya disebut periode ketiga yaitu 6 bulan hingga 2 tahun atau sama dengan 540 hari. Pada periode ini seluruh organ berfungsi dan saling berintegrasi mewujudkan kesehatan dan kemampuan tumbuh kembang anak. Itulah masa periode kritis yang dibutuhkan untuk pembentukan sinaps di otak. Pada saat anak mencapai usia 2 tahun maka struktur perkembangan otak telah mencapai 80% otak dewasa dan mencapai 95% hingga usia 6 tahun.

Karenanya penting untuk memahami dan mempergunakan masa 1000 hari pertama kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Masa ini tidak akan bisa kembali bahkan diulang. Use it or loose it forever. Ada dua aspek penting yang berpengaruh yaitu pemberian nutrisi yang baik dan seimbang serta pemberian stimulasi yang tepat untuk keoptimalan tumbuh kembangnya. Hal ini untuk mewujudkan kecerdasan berfikir dan bertingkah laku pada diri anak kelak.

Butuh Peran Semua Pihak

Anak merupakan generasi penerus bangsa. Keberhasilan pada 1000 hari pertama kehidupan akan mempengaruhi keberhasilan generasi penerus. Peran ibu saja tidak cukup, diperlukan pihak lain yang terkait. Ibu memiliki peran penting. Seorang ibu selayaknya mempunyai asupan nutrisi yang baik dan seimbang selama masa kehamilan dan menyusui, baik saat ASI eksklusif maupun ketika dilanjutkan hingga usia 2 tahun dan pemberian MPASI (makanan pendamping ASI). Pengetahuan dan keilmuan untuk memberikan stimulasi bagi anak juga harus dikuasai oleh seorang ibu. Karena itu, seorang ibu perlu membuka wawasan dalam hal tumbuh kembang anak.

Selanjutnya dukungan keluarga dan lingkungan. Tanpa dukungan pihak lain, ibu tidak mampu menjalankan fungsinya dengan optimal. Terpenting dan memiliki peran besar untuk menyukseskan adalah negara. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit seharusnya ada jaminan dari negara untuk pemberian nutrisi yang optimal bagi tiap anak, utamanya pada 1000 hari pertama kehidupannya. Oleh karena itu, butuh banyak yang berperan dalam keoptimalan 1000 hari pertama.

*) Penulis adalah Dokter Spesialis Anak di RSUD Ploso.
Sebelumnya Berikutnya