SMP Negeri 3 Peterongan berhasil menyabet medali emas di cabang Lomba Cerdas Cermat Pendidikan Agama Islam (PAI) (LCP) pada ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) ke VIII tahun 2017.

PETERONGAN, MSP – Prestasi ditorehkan oleh kontingen Jawa Timur di cabang Lomba Cerdas Cermat Pendidikan Agama Islam (PAI) (LCP) pada ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) ke VIII tahun 2017. Diadakan pada 9-13 Oktober 2017 di Aceh, Kontingen Jawa Timur yang diwakili oleh peserta didik asal SMP Negeri 3 Peterongan, Jombang ini berhasil menyabet medali emas.

“Ini merupakan kiprah kami yang ketiga di tingkat nasional pada ajang Pentas PAI tingkat nasional. Namun baru kali ini berhasil mendapatkan emas. Sebelumnya hanya perunggu dan perak,” tutur Kepala SMP Negeri 3 Peterongan, Safak Efendi M.Pd.I.

Tim LCP dari SMP Negeri 3 Peterongan yang terdiri atas Adam Aulia Akbar D, Zulfia Tri Tungga Dewi, dan Insyiroh Putri Anggraini ini ternyata harus menjalani seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten dan provinsi sebelum akhirnya bertanding di tingkat nasional. Ketiganya mengaku sempat mengalami kebingungan dalam membagi jam antara, sekolah, pembinaan dalam rangka persiapan lomba, dan kegiatan lain di luar sekolah. Namun beruntung, mereka bertiga memiliki cara agar semuanya dapat berjalan dengan baik.

Insyiroh Putri Anggraini atau yang lebih akrab disapa Puput ini memilih untuk mengisi waktu luangnya untuk mengerjakan tugas. Mengurangi intensitas bercakap-cakap dengan teman-temannya jika percakapan itu dirasanya kurang penting.

“Selain itu, disamping mereview materi saya berusaha untuk mempelajari terlebih dulu materi yang kiranya akan disampaikan oleh guru,” jelas Puput.

Berbeda dengan yang dilakukan oleh Zulfia dan Adam sapaan akrab dari Zulfia Tri Tungga Dewi dan Adam Aulia Akbar D. Keduanya yang juga memilih untuk menuntut ilmu di pondok pesantren menuntut mereka agar lebih jeli dalam urusan pembagian waktu.

“Belajarnya di sela-sela waktu yang dipunya. Karena di pondok kegiatan juga pasti padat dengan mengaji, hafalan, dan sebagainya bahkan mandi pun harus antre yang artinya memerlukan waktu. Sehingga belajar pun harus di sela-sela waktu itu,” tutur Zulfia.

Ditambahkan Adam, “Kebetulan di pondok saya ada jam wajib belajar, mulai jam setengah sembilan malam. Di jam itulah saya manfaatkan untuk belajar. Misalnya jam setengah sembilan sampai jam sembilan belajar materi pelajaran dan mengerjakan tugas. Kemudian jam sembilan sampai setengah sepuluhnya belajar materi CCI (Cerdas Cermat Islam)nya. Kalau terpaksa tidak bisa belajar di malam hari, belajarnya di pagi hari atau semepet-mepetnya menjelang ujian berlangsung.”

Diakui oleh guru Pendidikan Agama Islam sekaligus pendamping Zulfia, Adam, dan Puput dalam LCP Pentas PAI, Laily Syarifah, M.Pd.I waktu pelaksanaan Pentas PAI ke VIII tahun 2017 hampir bersamaan dengan pekan Ujian Tengah Semenster (UTS) di SMP Negeri 3 Peterongan. Sehingga ketiga anak didiknya tersebut harus menghadapi keduanya dengan penuh konsentrasi.

“Meski harus diakui di persiapan kemarin ada hal-hal yang harus dikorbankan misalkan harus memotong jam belajar anak-anak untuk pembinaan persiapan lomba, namun anak-anak ini tidak sampai ketinggalan pelajaran,” jelas Laily Syarifah.

Kedepannya, ketiga peserta didik berprestasi ini akan berkonsentrasi dalam mempersiapkan Ujian Nasional (UN). Kebetulan juga mereka termasuk ke dalam 20 orang peserta didik yang dibina oleh sekolah untuk sukses UN. Selain itu, mereka semua juga berharap dapat masuk ke SMA yang mereka inginkan. fitrotul aini.
Sebelumnya Berikutnya