Tahu Lontong Kikil Ploso Lembut Kikilnya


Tahu lontong kikil memang merupakan makanan khas dari daerah Lamongan, tetapi banyak tersebar di sejumlah kota-kota besar lain di Pulau Jawa. Tidak luput juga di Jombang, di kota yang bertetangga dengan Kabupaten Lamongan ini pun tampak di beberapa tempat menjajakan makanan ini.

PLOSO, MSP – Mendengar olahan masakan kikil, tentu pikiran pecinta kuliner langsung tertuju pada Desa Mojosongo, Kecamatan Diwek, Jombang yang sudah terkenal dengan sebutan kampung kikil. Ketika berada di daerah tersebut, dengan mudahnya kita bisa menemukan masakan berkuah itu. Terlebih salah satu tokoh dunia KH. Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur menjadi salah satu langganan tetap kudapan bersantan ini.

Akan tetapi, terdapat olahan masakan lain dengan menggunakan daging pada kaki sapi ini. Salah satunya tahu lontong kikil. Meski kikil menjadi lauk tambahan, tetapi mampu menambah citarasa dan berpadu selaras dengan tekstur tahu lontong. Tahu lontong kikil memang merupakan makanan khas dari daerah Lamongan, tetapi banyak tersebar di sejumlah kota-kota besar lain di Pulau Jawa. Tidak luput juga di Jombang, di kota yang bertetangga dengan Kabupaten Lamongan ini pun tampak di beberapa tempat menjajakan makanan ini.

Salah satunya adalah ‘Tahu Lontong Kikil Mardiana’ yang bertempat di depan Pasar Ploso Jombang, tepatnya di tepi Jl. Raya Ploso-Jombang. Warung yang sangat sederhana ini menjadi salah satu jujukan kuliner bagi warga sekitar pasar dan para pelancong kota santri. Selain itu lokasi warung berada di keramaian sehingga membuat pelanggan berdatangan secara bergantian tidak ada habisnya.

Nama warung ‘Mardiana’ sendiri diambil dari nama pemilik warung. Pemilik warung berjualan bersama suaminya mengaku sudah merintis usaha kuliner ini selama tiga belas tahun lalu. Meskipun sudah banyak pesaing dengan menu makanan sama, tetapi warung yang buka sejak pukul 18.00 WIB ini pun tidak pernah sepi pengunjung. Sela tiga jam berjualan, makanannya pun sudah ludes habis terjual. Seringkali tampak beberapa pelanggan harus kecewa tidak kebagian makanan favorit mereka.

Larisnya makanan ini pun tidak luput dari perpaduan citarasa masakan bercampur dengan lembutnya kikil sapi tersebut. Sejak awal membuka usaha, penjual tetap menjaga porsi ataupun citarasa dari makanannya. Mulai dari memilih sayur segar, petis unggulan, kikil terbaik ataupun bahan pendukung lain dengan kualitas baik dilakukan dengan teliti.

Terpenting juga adalah mengolah kikil itu sendiri, karena sebagian warung atau rumah makan menyajikan kikil dengan keadaan masih alot dan berbau tidak sedap. Setelah membeli kikil, harus segera dicuci sebersih mungkin dengan cara merendam menggunakan air mendidih lalu didiamkan selama dua puluh menit dan dibersihkan seperti biasa. Selanjutnya kikil bisa direbus menggunakan panci biasa selama 2 sampai 3 jam atau panci presto selama 1 jam. Jangan lupa menambahkan rempah-rempah saat merebus kikil supaya aroma tidak sedapnya hilang.

Serangkaian proses tersebut hanya untuk menjadikan daging pada kaki sapi tersebut menjadi empuk, lembut saat digigit serta aroma tidak sedapnya pun hilang. Perpaduan irisan lontong sebagai pengganti nasi, rasa gurih, asin, manis dari bumbu sambel petis, tahu hangat yang dipotong dadu dan taburan taoge setengah matang yang sedikit krispi semakin memanjakan lidah. Bagi pecinta kikil, irisan kikil yang empuk dan lembut semakin menyempurnakan citarasa dalam mulut pecinta kuliner.

Oleh sebab itu makanan sederhana pinggir jalan ini pun bisa tetap eksis tidak termakan zaman. Tidak semua pelanggannya menyukai kikil, jadi penjual memisahkan antara kikil dan tahu lontong supaya pembeli bebas memilih makanan favorit mereka. Cukup membayar Rp. 7000 sudah bisa menikmati seporsi kudapan yang mampu menggoyang lidah dan dengan porsi yang dapat mengenyangkan para pengelana rasa. Harga tersebut belum termasuk minuman, Mardiana membebaskan pembeli untuk membeli minuman ditempat lain.

Selain sajian makanan, pelayanannya pun bisa dibilang memuaskan. Pembeli tidak perlu khawatir akan lamanya penyajian ataupun berebut dengan pembeli lain. Pedagang mampu mengingat mana pembeli yang datang terlebih dahulu. Walaupun ada pembeli yang ngotot ingin didahulukan Mardiana bersama suaminya akan tetap melayani sebagaimana seharusnya sesuai urutan.

Bagaimana para pecinta kuliner? Apakah ingin mencoba kelembutan kikil pada tahu lontong kikil warung emperan ini? Silahkan datang lebih awal agar tidak kehabisan. fakhruddin
Powered by Blogger.