PAUD Harapan Bunda Menturus, Kecamatan Kudu. Model kelompok yang telah ditentukan lembaga mengharuskan guru agar selalu mencari inovasi baru sesuai tema di setiap harinya.

KUDU, MSP - Model pembelajaran bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) begitu bervariasi, tujuannya tidak lain adalah melakukan pembiasaan kepada anak didik sebagai pondasi memulai dunia pendidikan. Oleh sebab itu keberhasilan pendidikan semasa berada pada jenjang ini sangat berperan di tingkat selanjutnya. Beragam cara akhirnya dilakukan guna menyukseskan satu model yang sudah ditentukan lembaga tersebut.

Seperti yang dilakukan PAUD Harapan Bunda Menturus, Kecamatan Kudu. Model kelompok yang telah ditentukan lembaga mengharuskan guru agar selalu mencari inovasi baru sesuai tema di setiap harinya. Supaya anak didik tidak merasa bosan serta mudah menangkap satu tujuan dari setiap tema.

Kepala PAUD Harapan Bunda, Fitrotul Laili, S.Pd menjelaskan, "Dari sekian model pembelajaran yang pernah diterapkan, model kelompok merupakan salah satu model terbaik di lembaga ini. Anak didik bebas memilih tema apa yang mereka kehendaki untuk dipelajari terlebih dahulu serta bisa diketahui secara langsung tingkat keberhasilan setiap individu."

Kemandirian serta karakter agamis juga menjadi poin utama yang dibiasakan kepada anak didik agar tidak mudah bergantung terhadap orang lain. Seperti mengenalkan tatacara ke kamar mandi, sopan santun dan membaca Huruf Hijaiyah secara rutin di pagi dan siang hari bagi kelas full day.

Banyaknya kesibukan orang tua dalam mencari rezeki pun menjadi latar utama memberikan kelas full day bagi anak didik, selain itu wali anak didik akan merasa tenang selama bekerja buah hatinya berada di tempat yang tepat dengan pengawasan dari para guru. Akhirnya meski banyak lembaga serupa telah berdiri dengan jarak tidak begitu jauh, PAUD Harapan Bunda tidak pernah kekurangan anak didik di setiap tahun ajaran baru.

Hingga saat ini ada 37 anak didik aktif terdaftar di PAUD Harapan Bunda dengan rincian 21 perempuan dan 16 laki-laki. Tidak hanya berasal dari Dusun Menturus saja, anak didik asal daerah tetangga Kecamatan Ngusikan pun ada. Hal itu semakin menunjukkan kepercayaan masyarakat masih terus terjaga.

Agar tidak sama dengan lembaga serupa dan meminimalisir pengeluaran orang tua, PAUD Harapan Bunda mengurangi program kunjungan ke tempat hiburan. Sebagai gantinya lembaga akan menyelenggarakan kegiatan puncak tema dengan pemberitahuan di awal tahun ajaran baru menuju satu tempat sesuai tema pilihan di bulan tertentu. Agar tidak hanya terkesan berlibur saja, tetapi sang buah hati juga akan mendapatkan pembelajaran melalui kegiatan tersebut.

Sekolah yang memiliki izin operasional sejak tahun 2007 ini pun mempunyai satu kolam renang khusus sebagai fasilitas penunjang perkembangan motorik bagi anak didik, sehingga fungsi syaraf setiap anak juga bisa tumbuh sesuai usianya masing-masing. Di sana anak didik dapat menggunakan kolam renang dua minggu sekali karena pemakaiannya di gilir antar kelas.

"Sesuai visi PAUD Harapan Bunda sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan manusia yang memiliki keunggulan kompetitif dan koperatif serta dipercaya masyarakat bisa terjaga maupun meningkat di setiap tahunnya. Harapannya anak didik semakin mendapatkan pelayanan maksimal dengan fasilitas memadai," tangguh perempuan berkediaman di depan lembaga tersebut. fakhruddin
Sebelumnya Berikutnya