Desa Sepanyul yang berada di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Sepintas, nama desa yang berada di wilayah Barat Kota Santri itu menyerupai nama negera di Benua Eropa yakni Spanyol. Nama tersebut memang memiliki kaitannya dengan kisah masa lampau.

GUDO, MSP – Beragam keunikan nama sebuah desa pasti tidak lepas dari latar belakang menarik dan kerap menimbulkan satu persepsi tersendiri bagi seorang pendatang di setiap daerah. Tetapi dari nama unik tersebut akan lebih dikenal khalayak umum.

Hal serupa pun berlaku bagi Desa Sepanyul yang berada di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Sepintas, nama desa yang berada di wilayah Barat Kota Santri itu menyerupai nama negera di Benua Eropa yakni Spanyol.

“Nama Sepanyul memang memiliki kaitannya dengan kisah masa lampau. Di masa penjajahan Belanda saat itu, nama desa ini masih Sekar Arum. Suatu ketika banyak orang Spanyol yang datang dan tinggal di sini untuk mencari rempah-rempah, tapi tepatnya kisaran tahun berapa tidak diketahui kepastiannya,” jelas salah satu tokoh masyarakat setempat, Hartono ketika ditemui di kediamannya.

Singkat cerita, tambah Hartono, sesuai kisah turun temurun dari para leluhur, perubahan nama desa diawali dari kedatangan serombongan saudagar dari bangsa Eropa. Lebih tepatnya Bangsa Spanyol yang membawa tiga rombongan besar melalui jalur Sungai Brantas. Kala itu Sungai Brantas masih berukuran 5 kali lipat dari keadaan sekarang.

Ketiga rombongan itu menempati dalam satu wilayah yang sama yakni di bagian Barat dan Timur Sungai Brantas. Dua rombongan di Timur berlabuh di Desa Sakar Arum, satu lainnya di bagian Barat masuk wilayah Kabupaten Nganjuk. Dua Baron (Baca: Gelar kebangsawanan Spanyol saat itu), Skaider serta Skaiber memimpin di rombongan yang akhirnya menetap di bagian Timur Sungai Brantas tersebut.

Setalah lama tinggal di sana, rombongan saudagar dari Spanyol itu memiliki keturunan. Semula hanya berjumlah puluhan, akhirnya menjadi lebih banyak berkalilipat. Bahkan mereka mampu berbaur dengan masyarakat pribumi lainnya sehingga singkat cerita muncul Desa Skoiber dan Sepanyul lantaran kebiasaan pelafalan nama pemimpin rombongan dan asal negara mereka.

“Cerita singkat itulah yang sedikit banyaknya melatar belakangi perubahan nama Desa Sekar Arum menjadi Desa Sepanyul, yang akhirnya tetap dipertahankan hingga saat ini,” jelas Hartono. fakhruddin
Sebelumnya Berikutnya