Mochamad Nuruz Zaman mampu membuktikan hasil dari usaha selama ini, hingga prestasi akademik telah diukir diantaranya pemenang kategori Awardee Social Awareness LPDP UNS 2017 dan Awardee UNS Global Challenge 2018 di National University of Singapore.

JOMBANG, MSP – Impian ­merupakan milik siapa saja yang ingin menggapainya dan dengan cara beragam untuk melaksanakan. Rumusan sederhana kehidupan inilah yang diterapkan oleh Mochamad Nuruz Zaman,S.Pd. dengan menulis beragam mimpinya melalui secarik kertas dan ditempel pada dinding kamarnya. Dirinya meyakini jika coretan ini merupakan doa yang akan dituai melalui rasa percaya diri serta semangat belajar dari kemampuan pengembangan bakat minat yang ditekuni.

Mochamad Nuruz Zaman menjelaskan, “Jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan tidak pernah henti mengajari. Langkah yang beriring usaha dan doa akan menghasilkan pencapaian maksimal dengan melawan rasa malas diri untuk selalu ingat pada tujuan hidup.”

Alumni dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang ini menambahkan, tulisan yang ditempel pada dinding kamarnya satu per satu terwujud. Diantaranya menjadi wisudawan terbaik. Tekun, kritis dan aktif dalam mencari peluang disetiap agenda dengan melakukan kajian riset, hingga lolos pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Kota Semarang dan Kendari (30/4/2016). Kemudian menjadi penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) jalur Afirmasi kategori keluarga kurang mampu dan berprestasi di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Jurusan Ilmu Linguistik. Terbukti bahwa dari Kota Beriman mampu bersaing ke tingkat nasional.




“Berusaha menggapai hal yang tidak mungkin menjadi nyata dan merubah nasib dengan berusaha maksimal untuk memujudkan impian. Saya memberanikan diri ikut seleksi pertukaran mahasiswa ke luar negeri, meskipun tidak dari bidang yang diinstruksikan yakni sains, teknik, pendidikan, farmasi dan kedokteran. Tetapi saya yakin, bekal selama menempuh pendidikan Strata 1 (S1) di STKIP PGRI Jombang, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mampu menjadi penuntun untuk lolos,” ungkap Pria bertubuh tegap ini. 

Azzam sapaan akrabnya juga bercerita pada saat wawancara sangat percaya diri dengan tatapan mata yang meyakinkan namun tetap rendah hati. Saat pengumuman kelulusan tiba, dari ribuan pendaftar yang tersaring hanya dua delegasi. Azzam lolos diurutan ke 19, tidak disangka nomor ini berkaitan dengan kertas impian yang tercantum diurutan mimpi ke 19 go international. Selama satu bulan dirinya dikirim ke Nagoya University, Jepang untuk pendampingan program penulisan karya ilmiah, kajian bahasa, studi budaya dan telaah pendidikan internasional.

Dari sinilah menurut pria kelahiran 1993 ini berpendapat alumni kampus swasta juga wajib bermimpi besar dan bersanding dengan perguruan tinggi lain terutama perguruan tinggi negeri. Semangatnya mampu membuktikan hasil dari usaha selama ini, hingga prestasi akademik telah diukir diantaranya pemenang kategori Awardee Social Awareness LPDP UNS 2017 dan Awardee UNS Global Challenge 2018 di National University of Singapore.

Beragam aral melintang dalam perjalanannya namun sederhana, berfikir positif dan selalu produktif merupakan misinya. Kemudian membawanya dalam forum presentasi tingkat nasional di Universitas Tidar Magelang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, STKIP PGRI Jombang dan Universitas Muhammadiyah Semarang. Sedangkan tingkat internasional di Polytechnic University of Hongkong dan Universitas Indonesia serta pada tahun 2018 lolos jurnal internasional di Jerman.

“Agar pribadi bermanfaat untuk orang lain, lakukanlah dengan ikhlas. Ikhlas merupakan kunci diterimanya amal dengan terserap ilmu. Di setiap ilmu mampu diaplikasikan bagi orang lain, walaupun telah menyandang gelar sukses. Apabila sudah merasakan hasil dari manfaatnya, maka kesuksesan yang membahagiakan siap di depan mata,” tutup Mochammad Nuruz Zaman. chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya