Dari seluruh cerpen, aktor utamanya selalu melibatkan seorang tokoh peserta didik segala jenjang. Mulai dari usia SD sampai SMA yang hendak melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan.

Judul Buku : Love Is Unlimited Like Infinity

Penulis : Seluruh peserta didik SMPN 3 Peterongan kelas 7F Angkatan ke-20

Tahun Terbit : April 2016

Halaman : 120

Jenis Cover : Soft Cover

Love Is Unlimited Like Infinity memiliki makna cinta atau kasih sayang tidak terbatas laiknya ‘infinity’ yang tak berujung. Seperti halnya buku ini berisi 32 kumpulan cerita pendek (cerpen) hasil karya peserta didik SMPN 3 Peterongan kelas 7F angkatan ke-20 yang mengangkat tema perjalanan hidup seorang anak bersama keluarganya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dari seluruh cerpen, aktor utamanya selalu melibatkan seorang tokoh peserta didik segala jenjang. Mulai dari usia SD sampai SMA yang hendak melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan. Semua alur ceritanya mengisahkan tentang terjalnya jalan seorang peserta didik dalam menempuh pendidikan di tengah gejolak keluarga maupun keadaan perekonomian yang dialami.

Di sebuah desa terpencil di daerah Bogor tepatnya di Desa Palem, di sanalah Sania tinggal bersama ayahnya. Rumahnya beratap bambu dan dinding pun terbuat dari bambu yang dirajut. Sania yang masih duduk di bangku SD kelas 4, tidak menghalanginya untuk melakukan pekerjaan orang dewasa. Dia biasa membantu tetangga sedang membuat makanan. Sania biasa diberi upah sekitar tiga ribu sampai lima ribu rupiah saja. Akan tetapi Sania menerima dengan ikhlas dan sabar. (halaman 8)

Cuplikan satu paragraf pada salah satu cerpen di atas merupakan contoh bahwa setiap cerita selalu diawali dengan perkenalan seorang tokoh peserta didik yang menjalani kehidupannya menjadi pengantar yang kuat bagi pembaca untuk mengingat serta mengetahui siapa aktor utamanya, dan bagaimana karakter atau keadaannya.

Ketika membaca dengan seksama, pembaca akan dibawa ikut merasakan alur cerita yang seakan-akan ditulis sesuai realita pengalaman kehidupan nyata. Mulai dari kepergian, perlakuan pilih kasih serta keterbatasan orang tua, semua tersaji dalam buku ini. Sehingga seusai membaca semua cerpen, bisa dijadikan pelajaran bagi semua generasi muda dalam menjalani kehidupan nyata sampai ajal datang menjemput.

Selain itu melalui seluruh cerpen yang ditulis sekumpulan santri salah satu pesantren di Jombang ini bertujuan ingin memotivasi para pembaca untuk lebih melangkah maju, serta menyayangi kedua orang tua dan orang terdekatnya agar tidak menyesal di kemudian hari. Di mana orang tersayang sudah pergi selama-lamanya.

Tidak hanya sebagai pemantik motivasi bagi pembaca, terbitnya kumpulan hasil portofolio cerpen ini juga diharapkan dapat berguna sebagai penumbuhan budaya literasi kalangan peserta didik agar terus berkreasi dan bermanfaat bagi orang lain. Di bagian belakang buku tidak lupa juga tertera biografi lengkap dengan motto masing-masing penulis cerpen yang terdiri dari peserta didik perempuan berasal dari berbagai wilayah. fakhruddin
Sebelumnya Berikutnya