Ega Saputro Pratama peserta didik SMP Negeri 1 Gudo berhasil menyabet medali perunggu dalam Olimpade Sains Nasional (OSN) 2018 di Padang, Sumatera Barat.

GUDO, MSP – Nama Jombang kembali berkibar di kancah nasional. Selain di kenal sebagai tanah yang melahirkan banyak tokoh internasional seperti KH. Abdurrahman Wahid, MH. Ainun Najib, hingga Prof. Dr. Nurcholis Madjid juga sering menorehkan prestasi membanggakan. Baru ini peserta didik SMP Negeri 1 Gudo berhasil menyabet medali perunggu dalam Olimpade Sains Nasional (OSN) 2018 di Padang, Sumatera Barat.

OSN bukanlah pengalaman pertama bagi Ega Saputro Pratama, sebelumnya sudah pernah menjajal pelbagi kompetisi seperti OMAFISIOS Se Jawa Timur, SSO (Science and Social Olympiads) XVIII 2017, OSSBA VII (Olimpiade Sains, Sosial, Bahasa, Agama) tingkat SMP/MTs Se Jawa Timur dan SIC XIII (Smansasoo Intelligence Competition) tingkat SMP/MTs Se Jawa Timur.

Anak pertama dari dua bersaudara ini mengungkapkan, “Seleksi sebelum ke tingkat nasional diawali seleksi tingkat sekolah atau Olimpiade Sains Sekolah (OSS), kemudian kabupaten dengan urutan teratas. Akhirnya mampu mengalahkan perwakilan dari kabupaten/kota lain dan berhak mewakili Jawa Timur di level nasional. Syukur berhasil membawa pulang medali perunggu.”

Keberhasilannya bukan karena usahanya sendiri. Melainkan campur tangan pelbagai pihak yang memberikan dukungan luar biasa seperti Kepala SMP Negeri 1 Gudo, Madsilah, S.Pd., guru mata pelajaran IPS serta pembimbing OSN, Setyohari Irianingsih, S.Pd. dan Eni Ernawati Sukardi, S.Pd. Simulasi pengerjaan soal pilihan ganda, uraian dan hubungan antar konsep dilakukan Ega Saputro Pratama.

Eni Ernawati Sukardi menjelaskan, “Inti dari keseluruhan materi IPS harus memperkaya buku bacaan dan secara berkala membaca, disisi lain melihat lingkungan sekitar serta memantau media sosial tentang peristiwa yang sedang dibahas dan menjadi hal teraktual dari dampak sosial.”

Setyohari Irianingsih juga berpendapat, tujuan mempelajari IPS tidak hanya menguraikan konsep-konsepnya saja namun harus tanggap dan peduli terhadap permasalahan sosial. Sehingga belajar tidak selalu dengan menghafal tetapi kepekaan dengan dikombinasikan metode berliterasi.

Peserta didik yang suka berenang dan menggambar ini selalu sertakan doa dalam segala keinginannya, didukung belajar tiga kali saban hari (dini hari, pagi dan malam). Rutinitas ini selalu dilakukan dengan makan kue kering serta mendengarkan musik, sehinggam mata pelajaran ekonomi yang dirasa sulit karena beragam rumus cukup rumit mampu dilaluinya.

“Saya memiliki keinginan menjadi pengusaha sukses dengan mengangkat masyarakat sekitar agar produktif dan memiliki mata pencaharian dengan menerapkan pesan yang selalu terpatri dari kedua orangtua untuk selalu semangat serta percaya diri serta tidak mudah menyerah,” ujar Ega sapaan akrabnya.

Ega juga menambahkan ingin selalu berkompetisi di berbagai perlombaan dan melanjutkan sekolah ke SMA Negeri favorit di Jombang. Hal tersebut diamini oleh Eni Ernawati Sukardi selaku guru IPS kelas VII dan IX ini. Rasa bangga dengan tidak terbendung lagi air mata penuh bahagia meluap dengan penuh sujud syukur. Menurutnya meskipun IPS tidak masuk dalam materi Ujian Nasional (UN), aplikasi pelajaran IPS berkaitan dengan interaksi sosial saat menerapkan kehidupan yang sesungguhnya di dunia kerja sangat bermanfaat. Berharap khususnya untuk SMP yang barada di wilayah pinggiran Jombang, untuk tetap berprestasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, nasional hingga internasional. chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya