Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho, MPPM juga menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan Kabupaten Jombang menggelar seratus persen UNBK, khususnya untuk lembaga SMP. Sebelumnya, di tahun 2018 lembaga pelaksana UNBK di Kabupaten Jombang hanya sejumlah 45 persen dari total keseluruhan lembaga SMP yang ada.

JOMBANG – Memasuki masa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP sederajat, beragam persiapan pun dilakukan pihak terkait. Termasuk juga jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang yang di hari pertama ujian (22/4) melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah, tujuannya adalah ingin memastikan semua proses berjalan lancar tanpa kendala sedikit pun. Baik dari sisi perangkat komputer ataupun kehadiran peserta didik.

Banyaknya jumlah sekolah, di hari yang sama tersebut jajaran Pemkab Jombang membagi beberapa tim untuk melakukan kunjungan. Saat itu, Wakil Bupati (Wabup) Jombang, Sumrambah, Ketua DPRD Komisi D, M. Syarif Hidayatullah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama, beserta Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, mendapat bagian tiga sekolah di wilayah Kecamatan Peterongan.

Ketiganya yakni, SMP Negeri 1 Peterongan, SMP Negeri 3 Peterongan dan MTsN 2 Jombang. Ketika berada di SMP Negeri 1 dan 3 Peterongan, jajaran Pemkab Jombang itu langsung mengontrol ke dalam ruang ujian, karena ujian masih baru dimulai. Hanya saja, saat tiba di MTsN 2 Peterongan tidak berkenan masuk ke ruang ujian, sebab ditakutkan akan mengganggu konsentrasi peserta didik.

Sumrambah menambahkan, “Bukan berarti memberikan perlakuan berbeda, hanya saja waktu ujian telah berjalan cukup lama. Apabila dipaksakan memasuki ruangan, nantinya dikhawatirkan mampu mengganggu suasana. Cukup melalui keterangan dan laporan kepala sekolah mengenai keberlangsungan ujian hingga kendala yang tengah dihadapi sudah dapat dievaluasi jika memang ada kesulitan.”

Selama melakukan kunjungan, kata-kata motivasi pun terus dipesankan kepada peserta didik. Terlebih, di dua sekolah yang dikunjungi terakhir berada di lingkup pesantren yang didominasi peserta didik asal luar kota, sehingga harus berjuang lebih dalam menuntut ilmu. Bahkan ketika berada di MTsN 2 Jombang, disambut oleh peserta didik yang tengah menunggu sesi selanjutnya. Seakan sudah lama berjumpa, candaan-candaan antara wabup beserta jajaran kepada peserta didik pun terus terjadi.

“Biarkan peserta didik terus berada dalam kondisi ceria, jangan sampai merasa terbebani ataupun tertekan atas perolehan nilai akhir. Perasaan tertekan mampu semakin menyulitkan setiap proses pengerjaan soal. Sebaliknya, suasana senang tentunya dapat menambah motivasi,” ujar laki-laki yang mudah akrab dengan masyarakat itu.

Melalui hasil kunjungan yang telah dilaksanakan, laki-laki berkumis tersebut tidak menemukan hambatan sedikit pun. Semua perangkat komputer dan jaringan berjalan sesuai harapan, serta semua peserta didik mampu hadir tepat waktu menyesuaikan sesi masing-masing.

Ketika hendak menyudahi kunjungan, Sumrambah sangat berharap seluruh peserta UNBK jenjang SMP lulus seratus persen tanpa kendala sedikit pun. Berusaha semaksimal mungkin disertai doa menjadi upaya sederhana yang dapat dilakukan peserta didik.

Masih Ada Perangkat yang Meminjam

Sementara itu, di tempat yang berbeda Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab juga melakukan kegiatan serupa. Didampingi oleh Komandan Kodim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kepala Kementrian Agama, dan beberapa pimpinan instansi terkait, orang nomor satu Jombang itu mengunjungi SMP Negeri 1 Jombang, SMP Negeri 1 Tembelang, dan MTs Negeri 3 Jombang.

Dalam kunjungannya, Mundjidah Wahab bersyukur bahwa di tahun ini Ujian Nasional (UN) di tingkat SMP/MTs sudah seluruhnya menggunakan komputer (UNBK).

“Pencapaian ini patut diapresiasi karena akhirnya Jombang berhasil melakukan UNBK seratus persen untuk jenjang SMP/MTs. Semoga capaian ini dapat dipertahankan di tahun-tahun berikutnya,” ungkap Mundjidah Wahab.

Dalam pantauannya, perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang periode 2013-2018 ini mengemukakan bahwa seluruhnya berada dalam kondisi aman. Pelaksanaan ujian juga berjalan lancar. Sekolah telah mengupayakan menyediakan sarana dan prasarana terbaik untuk mendukung suksesnya pelaksanaan UNBK SMP/MTs 2019. Dia juga berharap bahwa peserta didik bisa mengerjakan soal dengan baik dan mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho, MPPM juga menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan Kabupaten Jombang menggelar seratus persen UNBK, khususnya untuk lembaga SMP. Sebelumnya, di tahun 2018 lembaga pelaksana UNBK di Kabupaten Jombang hanya sejumlah 45 persen dari total keseluruhan lembaga SMP yang ada.

“Pelaksanaan UNBK tahun ini pun diharapkan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga sudah mendapatkan permohonan untuk tidak melakukan pemadaman listrik selama masa pelaksanaan UNBK. Namun jika pemadaman listrik tidak dapat dihindari, lembaga sudah siap dengan pembangkit listrik cadangan,” jelas Budi Nugroho.

Ditemui terpisah setelah kunjungan Bupati Jombang berakhir, Kepala SMP Negeri 1 Jombang, Alim, M.Pd mengatakan pelaksanaan UNBK di sekolah binaannya berjalan seperti yang diharapkan. Tiga laboratorium komputer difungsikan selama UNBK dan tiga sesi pelaksanaan UNBK diberlakukan untuk memfasilitasi peserta didik mengerjakan UNBK.

“Meski harus diakui bahwa dalam penyediaan sarana dan prasarana UNBK sekolah belum mampu menyediakan secara utuh dalam artian masih ada beberapa perangkat komputer atau laptop yang digunakan untuk ujian berstatus pinjaman dari peserta didik. Akan tetapi semoga hal tersebut tidak mengganggu konsentrasi peserta didik dalam mengerjakan soal,” ucap Alim.

Terkait penguasaan materi ujian, pria bertubuh tinggi tersebut menyebutkan bahwa peserta didik sudah selaiknya menguasai materi dengan baik. Karena selama lebih kurang enam bulan lamanya peserta didik telah diberikan kegiatan intensif belajar.

Lebih kurang sebanyak 256.561 orang peserta didik dari SMP dan MTs Se Kabupaten Jombang mengikuti UNBK tahun 2019. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, UN tahun 2019 ini pun sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan peserta didik dari jenjang SMP. Namun keikutsertaan peserta didik mengikuti UN menjadi salah satu syarat kelulusan. Penentuan kelulusan peserta didik diserahkan sepenuhnya pada masing-masing lembaga sekolah. fitrotul aini / fakhruddin.
Sebelumnya Berikutnya