Ir. Handi Widyawan, M.Si. Menjadi Sosok Kakak dan Orangtua


Pria berusia 58 tahun ini juga menceritakan, “Pekerjaan itu saya lakukan hingga adik-adik lulus SMA dan kuliah bahkan sampai bekerja. Hal ini merupakan amanah terakhir Ibu untuk menuntaskan sekolah hingga kuliah serta mengantarkan adik sampai bekerja. Beruntungnya juga, ke empat adik saya pintar dan mampu pada bidang yang ditekuni. Saat ini semuanya sudah tinggal di luar kota bahkan juga berkarir di negeri Kincir Angin Belanda.”

JOMBANG – Semakin berisi semakin merunduk. pepatah tersebut layak untuk disematkan pada seorang Ir. Handi Widyawan, M.Si., lelaki yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang ini memiliki jiwa yang sederhana dan bersahaja. Hal itu tampak ketika bersepeda di pagi hari. Mengenakan pakaian sederhana sambil mengayuh dia tiada segan melempar senyum untuk sekedar menyapa orang yang dikenalnya.

“Aktivitas pagi dengan bersepeda merupakan hobi dari masa kecil. Mulai aktif kembali ketika dahulu masih menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang pada 2011/2012. Hal ini lantaran menuntut saya untuk mengetahui berapa rupiah setiap harga bahan pokok di setiap pedagang pasar. Pasalnya setiap beberapa periode tertentu, harga cenderung tidak stabil dan hal ini sangat merugikan masyarakat. Sehingga sampai dengan saat ini, saya hafal lokasi dimana saja toko atau pedagang yang menjual bahan baku masakan atau kebutuhan lainnya yang harganya lebih murah dan sesuai harga pasaran,” terang ayah dua anak tersebut.

Dibalik cerita tersebut, terukir sebuah kenangan yang menuntut pria kelahiran 1961 ini melakukan aktivitas yang berhubungan dengan manajemen rumah tangga satu diantaranya ialah belanja bahan pokok makanan di pasar. Hal ini dilakukan demi melanjutkan kehidupan bersama ke empat adiknya. Pasalnya sejak kecil, sang ayah sudah menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Begitu juga dengan ibunya yang meninggal ketika dia baru saja lulus kuliah dan masih enam bulan bekerja di Jakarta pada perusahaan asing.

Total seluruh kehidupan berubah dan harus mampu bersikap sebagai anak pertama dari lima bersaudara ini. Seluruh kebiasaan dan pekerjaannya dilepas sejak tahun 1987, beralih pekerjaan menjadi dosen dibeberapa universitas di tiga kota. Berdasarkan saran kakeknya saat itu fokus menjalani sebagai pengabdi pendidikan. Usai mengajar di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, lantas bertolak langsung menuju Surabaya, mengajar hingga sore. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus menuju ke Gresik untuk mengisi jam mengajar malam hari. Sesampainya di rumah selalu pukul 02.00 WIB yang disambut hangat oleh adik perempuannya dengan dipijat hingga memejamkan mata. Begitu seterusnya rutinitas yang dikerjaan olehnya.

Pria berusia 58 tahun ini juga menceritakan, “Pekerjaan itu saya lakukan hingga adik-adik lulus SMA dan kuliah bahkan sampai bekerja. Hal ini merupakan amanah terakhir Ibu untuk menuntaskan sekolah hingga kuliah serta mengantarkan adik sampai bekerja. Beruntungnya juga, ke empat adik saya pintar dan mampu pada bidang yang ditekuni. Saat ini semuanya sudah tinggal di luar kota bahkan juga berkarir di negeri Kincir Angin Belanda.”

Bagi Pria yang juga hobi bermain musik ini menuturkan, pada posisi saat itu dirinya selalu aktif mencari ide dan memutar otak untuk memanfaatkan setiap kondisi dan objek yang dirinya jumpai. Mulai dari membuka warung di rumahnya, memanfaatkan kamar di rumah sebagai kamar kost, mendirikan bimbingan belajar hingga berjualan komputer. Hal ini tidak semata berlandaskan pada materi, namun sebagai pengganti orang tua memikirkan agar keempat saudaranya tidak berkekurangan untuk menggapai mimpinya. chicilia risca

Data Pribadi

Nama : Ir. Handi Widyawan, M.Si

Tempat/Tanggal Lahir : Dusun Ringasbenowo, Desa Sumobito, Sumobito, 24 April 1961

Riwayat Pendidikan :

1. S1 di Universitas Jember 1981 lulus 1985

2. S2 di Universitas Brawijaya tahun 1994/1995 Jurusan Manajemen Pemasaran

Karir :

1. 1999 - 2004 menjadi Anggota DPRD

2. 2009 - 2014 menjadi Anggota DPRD

3. 2011 - 2012 menjadi Ketua Komisi B

4. Ketua Karang Taruna Kabupaten Jombang dan Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Jombang Tahun 1990