Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho, MPPM mengatakan, kegiatan salawat semacam ini sesungguhnya merupakan agenda rutin Disdikbud Kabupaten Jombang setiap peringatan Hardiknas.

JOMBANG – Beragam kegiatan dapat dilakukan untuk merayakan hari penting. Dalam dunia pendidikan salah satu hari penting yang tidak boleh untuk dilupakan adalah Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan sebuah penghargaan terhadap Ki Hadjar Dewantara yang telah sangat berjasa dalam pendidikan di Indonesia hingga beliau dianugerahi gelar Bapak Pendidikan Nasional.

Kegiatan yang paling rutin dilaksanakan dalam perayaan Hardiknas adalah menggelar upacara. Di Kabupaten Jombang, upacara peringatan Hardiknas digelar tepat pada tanggal 2 Mei bertempat di Aloon-aloon Jombang dengan diikuti oleh ribuan peserta.

Sehari setelahnya pada Jumat (3/5) masih dalam rangka perayaan peringatan Hardiknas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Salawat Akbar. Ribuan perwakilan guru beserta Kepala TK, SD, dan SMP hadir memenuhi Pendopo Kabupaten Jombang.


Baca Juga : Bersepeda ke Tempat Kerja Semangat dan Kesehatan Lebih Terjaga

Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho, MPPM mengatakan, kegiatan salawat semacam ini sesungguhnya merupakan agenda rutin Disdikbud Kabupaten Jombang setiap peringatan Hardiknas. Hanya saja jika dua tahun sebelumnya hanya dilakukan di dalam area Disdikbud Kabupaten Jombang, tahun ini ingin lebih besar dan meriah dengan diadakan di Pendopo. Bahkan Budi Nugroho berkeinginan jika acara salawat ini dapat diadakan di Aloon-aloon.

Budi Nugroho menambahkan, “Kegiatan ini juga sekaligus untuk menanamkan dan memviralkan karakter. Dimensi olah hati yang diekspresikan melalui salawat ini harus ditanamkan, dibiasakan dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari sejalan dengan visi misi yang ingin dicapai yakni Mewujudkan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing.”

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab yang turut hadir sangat mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas kegiatan yang digagas oleh Disdikbud Kabupaten Jombang ini. Karena menurutnya sebagai kabupaten yang terkenal sebagai kota religius, hal semacam ini patut untuk dilestarikan.

“Pemilihan waktu melaksanakan acara salawatan ini juga sangat tepat di hari Jumat terakhir sebelum datangnya bulan Ramadan. Sehingga sekaligus dapat dilakukan sebagai persiapan rohani untuk menjalani ibadah di bulan Ramadan,” ungkap Mundjidah Wahab.

Selain bersalawat bersama dengan Kelompok Salawat Seribu Rebana, para hadirin juga mendapatkan siraman rohani dari dai kondang K.H. Nur Hadi. Dalam tausiyahnya, dai yang akrab disapa Mbah Bolong ini diantaranya menyampaikan tentang mendidik anak di masa saat ini yang dipadukan dengan pendekatan rohani dan keagamaan. Disamping itu, Mbah Bolong juga mengingatkan tentang keutamaan bulan Ramadan serta ibadah-ibadah apa saja yang menjadi keutamaan dalam bulan penuh berkah tersebut. fitrotul aini.