Kepala TK Tulus Ikhlas, Ani Suryaningsih, S.Pd menjelaskan, “Dari keterampilan motorik halus yang dikembangkan juga bisa membentuk karakter anak, melatih kesabaran, mengendalikan emosi anak didik sesuai dengan tahapan usianya.

JOMBANG – Setiap lembaga Taman Kanak-kanak memiliki metodenya sendiri dalam pembelajaran bagi anak didik. Namun dari berbagai metode yang digunakan di dalamnya memiliki kekhasan yakni mengutamakan bermain sambil belajar yang secara alamiah memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya.

Dari sekian banyak kegiatan pengembangan potensi anak didik, TK Tulus Ikhlas Jombang memilih menonjolkan kegiatan motorik halus. Alasannya karena dengan keterampilan motorik halus daya pikir anak didik akan berkembang lebih optimal. Disamping itu bisa membentuk rasa percaya diri dan mengembangkan imajinasi.


Baca Juga : Rumah Joglo Perak Cermin Starta Sosial

Kepala TK Tulus Ikhlas, Ani Suryaningsih, S.Pd menjelaskan, “Dari keterampilan motorik halus yang dikembangkan juga bisa membentuk karakter anak, melatih kesabaran, mengendalikan emosi anak didik sesuai dengan tahapan usianya. Jika keterampilan motorik yang diajarkan sudah terampil dan dikuasai dengan baik, anak didik akan diikutkan kompetisi atau lomba.”




Ditambahkan Anik Suryaningsih, dengan mengikutkan anak didik pada beragam kompetisi itu juga akan dapat melatih kepercayaan diri sekaligus keberanian anak. Di sisi lain anak didik juga bisa diajarkan nilai berkompetisi, saling menghargai dan menerima jika karya yang dihasilkannya belum mampu meraih prestasi. Selama tahun pelajaran 2018/2019 anak didik TK Tulus Ikhlas telah mendapatkan 43 kejuaraan dari lomba mewarnai gambar, kolase, menghias donat, melukis, mentutul dan tangram.

Beragam prestasi yang berhasil diraih oleh anak didik ini juga tidak lepas atas bantuan wali anak didik. Sekolah menjalin hubungan serta kerjasama yang baik dan berkesinambungan dengan wali anak didik untuk mendorong keberhasilan program yang telah dirancang. Termasuk jika dibutuhkan dukungan finansial dalam beragam kegiatan pengembangan diri anak.

“Hal ini sejalan dengan misi TK Tulus Ikhlas yang ingin mencetak anak didik berakhlak cerdas dan berprestasi. Sehingga sebisa mungkin anak didik akan didorong untuk mengembangkan kemampuannya yang syukur-syukur bisa sampai meraih prestasi. Karena itu akan sangat berkesan dan akan diingat sepanjang masa oleh anak,” ungkap Ani Suryaningsih.



Selain membekali anak didik dengan materi pembelajaran umum, bekal keagamaan juga dibiasakan di TK yang berlokasi di Desa Pulo Lor ini. Setiap hari anak didik diajak menghafalkan Asmaul Husna, surat-surat pendek Alquran dengan metode tilawati. Khusus hari Jumat anak didik akan dijak istigasah dan doa bersama.

“Tujuannya agar anak didik juga kuat secara rohani dan keagamaan. Tidak hanya secara pengetahuan umum saja. Karena penting juga untuk menyeimbangkan keduanya,” tutur Ani Suryaningsih.

Sejak berdiri tahun 1989, TK Tulus Ikhlas selalu berhasil mempertahankan jumlah anak didiknya. Untuk tahun pelajaran 2018/2019 total anak didik yang dimiliki sebanyak 96 anak dengan rincian 44 anak di kelompok A dan 52 anak di kelompok B. fitrotul aini.
Sebelumnya Berikutnya