“Menjadi dusun yang memiliki kerukunan antar tetangga yang terjaga baik. Begitu halnya dengan para pemuda serta perangkat dusunnya juga saling bersinergi baik dan makmur.” - Tetua Kebon Melati, Supono -

JOGOROTO – Meminjam nama album band populer Indonesia, Noah yakni Sebuah Nama Sebuah Cerita dapat ditarik benang merah apabila tiap nama memiliki cerita yang melatarbelakangnya hadirnya nama tersebut. Laiknya Dusun Kebon Melati Kecamatan Jogoroto. Dari penggabungan dua kata tersebut sehingga menimbulkan makna baru yaitu Kebon dan Melati disimpulkan sebagai Kebun Melati.

Berdasarkan ulasan cerita masyarakat pada saat akan membabat alas terciumlah aroma bunga yang harum semerbak. Bunga itu ialah melati yang tumbuh dengan lebatnya hampir diseluruh pelataran yang dijumpai. Sehingga saat itu disebutlah Dusun Mlaten oleh pembabat alas asal Sidoarjo tersebut.

“Seiring berjalannya waktu, semakin bertambahnya tahun keadaan di dusun berkembang dan maju. Suatu ketika datanglah seorang guru, Harjo Sudarmo yang berasal dari Kabuh dan mendirikan sebuah Sekolah Dasar (SD) dengan nama SD Mlaten pada tahun 1965,” tutur tetua Kebon Melati, Supono.

Baca Juga : TK Al-Husain Jujur Membuahkan Keuntungan

Pria yang sering disapa Marpono tersebut menceritakan jika lambat laun terjadi pergeseran sebutan nama dusun yang diucapkan dan berkembang hingga saat ini. Perubahan tersebut bermula saat ayah dari Kepala Dusun (Kasun) generasi kelima ini mendirikan tempat jasa jahit Badrun Purnomo Kebon Melati sehingga digagas olehnya menjadi Kebon Melati.

“Pada tahun 1970-an sebutan dusun berubah menjadi Kebon Melati sebab adanya tulisan nama usaha milik Badrun Purnomo kala itu. Sehingga merubah sejarah untuk sebutan nama dusun sejak saat itu hingga kini,” ungkap pria kelahiran 1952 itu.

Menurut Supono, dusun yang memiliki 491 Kepala Keluarga (KK) ini menjadi dusun yang memiliki kerukunan antar tetangga yang terjaga baik. Begitu halnya dengan para pemuda serta perangkat dusunnya juga saling bersinergi baik dan makmur.

Kasun Kebon Melati, Maskur Badrun mengungapkan, “Hampir pada pelataran dan halaman belakang rumah masyarakat Dusun Kebon Melati ditumbuhi pohon melati. Pohonnya tumbuh tanpa adanya perawatan khusus. Meski tanaman melati itu ditebang atau dipangkas hingga akar pohonnya terambil, akan tetep tumbuh kembali.”

Pria yang menjabat sebagai Kasun sejak tahun 2013 ini mendefenisikan, bahwa mayoritas orang yang berkunjung ke Dusun Melati ini merasa nyaman dan ingin berlama-lama singgah. Meski dingin tetapi memberikan kenyamanan untuk cukup lama tinggal disana. chicilia risca